GRESIK – Beritautama.co – Aliansi mahasiswa dan masyarakat Gresik menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gresik, Kamis (15/09/2022). Ratusan massa gabungan dari PMII, HMI, GMNI, GSBI, dan Pem-Prof itu membawa tujuh tuntutan yang disuarakan kepada Pemkab Gresik.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Mohammad Ali Maksum menyebutkan, tuntutan itu yakni mulai dari pembatalan kenaikan BBM, menurunkan harga bahan pokok, jamin hak para pekerja sekaligus tolak PHK massal, penolakan rancangan RKUHP, penolakan UU Cipta Kerja, maksimalkan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, dan wujudkan reforma agraria sejati.
“Tujuan dari tuntutan ini tentunya untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Ketua Umum PC PMII Gresik tersebut, Kamis (15/09/2022).
Di tengah tekanan perekonomian dunia yang mulai karut-marut, lanjutnya, pemerintah seolah-olah kian membenamkan rakyatnya. Termasuk angka inflasi yang cukup tinggi di angka 4,69% pada bulan Agustus lalu. Apalagi ditambah dengan kebijakan kenaikan harga BBM.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat menemui massa aksi menyampaikan bahwa tuntutan tersebut akan disampaikan ke pusat.
“Bahwa mahasiswa Gresik menolak kenaikan BBM,” ucapnya di tengah kerumunan massa.
Dia menilai, kebijakan itu merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Termasuk penyaluran bantuan sosial pengganti BBM bersubsidi agar tepat sasaran melalui APBD.
“Oktober atau November akhir nanti kita mencairkan bantuan untuk orang-orang terdampak BBM. Dari pusat ada datanya sendiri, kita tidak bisa utak-atik. Untuk yang tidak terkover dari pusat nanti akan kita kasih sendiri,” tukasnya. (feb/zar)