GRESIK, Berita Utama – Batik merupakan warisan budaya asli Indonesia yang ada sejak ratusan tahun lamanya. Bukan sekedar karya seni, motif dan corak batik cenderung identik menggambarkan filosofi kebudayaan dan tradisi yang ada di tengah masyarakat maupun daerah.
Ada banyak pengrajin batik di Indonesia yang sudah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun silam. Salah satunya, pengrajin batik Gajah Mungkur yang berlokasi di kampung kemasan, tepatnya di Jalan Arem-arem Kelurahan Kemuteran Pakelingan Kecamatan Gersik Gresik. Batik karya H Jalan bin Umar ini, konon sudah ada sejak ratusan tahun silam.
Uniknya, batik Gajah Mungkur memiliki corak dan motif yang identik dengan Kabupaten Gresik, seperti Damar Kurung, Bandeng, dan Rusa Bawean. Jenis kain batiknya pun beragam, mulai batik printing, batik cap, batik tulis, hingga batik kombinasi.

Batik Gajah Mungkur sudah dikenal di sebagian besar instansi Pemerintahan Kabupaten Gresik. Bahkan sudah diminati oleh beberapa instansi di luar Jawa untuk digunakan sebagai seragam pegawai. Kabarnya, beberapa perusahaan di Gresik juga mulai banyak melirik dan tertarik untuk menjadikan Batik Gajah Mungkur sebagai seragam karyawan maupun suvenir tamu.
“Batik Gajah Mungkur ini, awalnya dari H. Jailani bin Umar pada tahun 1890-an. Beliau saudagar ternama, yang pada saat itu juga banyak kenal para ulama besar. Kalau rumah Gajah Mungkur ini ada sejak tahun 1881,” kata Ahmad Khoiri, penerus pengusaha Batik Gajah Mungkur.
Pria yang mengaku menggeluti usaha warisan keluarganya sejak kecil ini menjelaskan, bila harga batik miliknya memiliki motif dan harga yang bervariatif. Untuk harga, dipatok mulai ratusan hingga puluhan juta rupiah.
“Mulai Rp 225 ribu sampai puluhan juta. Tergantung motif dan jenis kain batiknya,” terang dia.
Ahmad Khoiri berharap, Batik Gajah Mungkur hasil karya keluarga besarnya terus berkembang lebih cepat dan mampu dikenal di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai manca negara. Sebab Batik Gajah Mungkur memiliki corak khas yang menggambarkan kesenian tradisional lokal Gresik.
“Karena, itu sama halnya mengangkat tradisi dan budaya lokal Gresik di mata dunia,” pungkasnya.
Komentar telah ditutup.