Hari Ini dalam Historis: Bangkitnya Para Ulama

Beritautama.co - Januari 31, 2022
Hari Ini dalam Historis: Bangkitnya Para Ulama
 - (Beritautama.co)
|
Editor

NASIONAL – Beritautama.co – Dalam sejarah tercatat pada tangal 31 Januari 1926 Lahir sebuah organisasi besar yang bernama Nahdlatul Ulama.

sebuah Serikat atau Organisasi berkumpulya ulama yang memiliki spirit nasionalisme dan perjuangan melawan penjajah.

Nahdlatul Ulama telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui Pesantren yang menjadi basis pendidikan kultural NU.

Ulama menjadi tiang pembangunan bangsa, karena Selain berperan dalam ke agamaan Para Ulama Nahdlatul Ulama juga berperan dalam menanamkan dan membangkitkan Nasionalisme umat.

Nahdlatul Ulama digagas oleh kiai Tersohor dari Jawa timur, Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang membuat pertemuan di kediaman K.H Wahab Chasbullah di surabaya.

Selain K.H Wahab Chasbullah, Pertemuan kiyai itu juga hasil prakarsa dari K.H Hasim Asy’ari. Pembahasan dalam pertemuan itu adalah upaya agar islam tradisional di bangsa indonesia ini bisa bertahan. Sehinga dirasa perlu membagun sebuah organisasi, sebagai ruang konsolidasi para ulama.

upaya semacam itu sudah dirintis Kiai Wahab jauh sebelumnya. Bersama K.H. Mas Mansur, seperti ditulis Ahmad Zahro dalam buku Tradisi Intelektual NU: Lajnah Bahtsul Masail 1926-1999 (2004), Kiai Wahab mendirikan Nahdlatul Wathan yang artinya “kebangkitan tanah air” pada 1914

Sebagai catatan, Nahdlatul Wathan versi Kiai Wahab dan Kiai Mas Mansur berbeda dengan lembaga bernama serupa yang didirikan Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, Nusa Tenggara Timur, pada 1953.

Menjaga Islam Nusantara
Nahdlatul Wathan berkembang pesat dan pada 1916 sudah memiliki madrasah dengan gedung besar serta bertingkat di Surabaya. Cabang-cabangnya pun berdiri di mana-mana, termasuk di Malang, Semarang, Gresik, Jombang, dan lain-lain

Tak cukup dengan itu, Kiai Wahab kembali menggagas satu perhimpunan lagi pada 1918. Dikutip dari buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU (1985) karya Choirul Anam, organisasi ini bernama Nahdlatul Tujjar atau “kebangkitan para pedagang”.

Setahun berselang, di Ampel, Surabaya, berdiri majelis diskusi dan madrasah bernama Taswirul Afkar. Madrasah ini didirikan sebagai tempat mengaji dan belajar ilmu agama bagi anak-anak yang diharapkan kelak dapat mempergunakan ilmunya untuk melestarikan Islam tradisional. Kiai Wahab dan Kiai Mas Mansur punya andil dalam pembentukan madrasah ini.

Uniknya, Kiai Haji Mas Mansur kelak dikenal sebagai ulama dari Muhammadiyah, ia bahkan merupakan murid langsung dari pendiri organisasi Islam-pembaharu ini, Kiai Haji Ahmad Dahlan. Muhammadiyah nantinya berpolemik dengan golongan Islam-tradisional yang menjadi pemantik lahirnya Nahdlatul Ulama.

Kiai Wahab dan para kiai Islam-tradisional lainnya merasa sangat perlu membentengi Islam Nusantara karena beberapa tata cara ibadah keagamaan mereka kerap ditentang golongan Islam-reformis yang digawangi misalnya oleh Al-Irsyad dan Muhammadiyah, pada dekade ketiga abad ke-20 itu.

Pada awal 1926, rapat antar-organisasi Islam di Cianjur menyatakan akan mengirim dua utusan ke Mekah untuk menghadap Raja Ibn Sa’ud. Kiai Wahab mengusulkan delegasi tersebut membawa persoalan mengenai praktik keagamaan Islam tradisional di Indonesia.

Namun, usul ini ditolak dengan tegas oleh kelompok Islam-reformis. Penolakan itulah yang kemudian membuat golongan Islam-tradisional memutuskan bakal mengambil jalan sendiri untuk menghadap Raja Ibn Sa’ud guna memperjuangkan kepentingan mereka.

Maka, pada 31 Januari 1926, dikutip dari K.H. Abdul Wahab Hasbullah: Bapak dan Pendiri NU (1972) karya Saifuddin Zuhri, para kiai berkumpul di kediaman Kiai Wahab dan memutuskan membentuk suatu organisasi kemasyarakatan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang dinamakan Nahdlatul Ulama atau “kebangkitan para ulama”. Tanggal 31 Januari 1926 ditetapkan sebagai hari lahir NU.

NU bergerak di bidang keagamaan dan kemasyarakatan serta dibentuk dengan tujuan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam, baik dalam konteks komunikasi vertikal dengan Allah SWT maupun komunikasi horizontal dengan sesama manusia.

Dalam perjalanan riwayatnya, NU berkembang pesat dan amat terjaga secara tradisional. Kini, NU menjadi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, hidup berdampingan dengan wakil kelompok Islam-reformis yang dulu berpolemik, Muhammadiyah. (Faq)

Tinggalkan Komentar

Terkini Lainnya

DPRD Gresik Siapkan Regulasi Penuhi Kebutuhan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

DPRD Gresik Siapkan Regulasi Penuhi Kebutuhan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

Berita   Daerah   Sorotan
DPRD Gresik Tawarkan Berbagai Skema dan Formula Solusi di Mengare

DPRD Gresik Tawarkan Berbagai Skema dan Formula Solusi di Mengare

Berita   Daerah   Headline   Pemerintah   Sorotan
Minibus Seruduk Truk di Gresik, 8 Orang Luka

Minibus Seruduk Truk di Gresik, 8 Orang Luka

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
Asyiknya Ngopi Santai Sambil Mancing di Taman Wisata Edukasi Al-Hambra

Asyiknya Ngopi Santai Sambil Mancing di Taman Wisata Edukasi Al-Hambra

Berita   Daerah   Sorotan
Wabup Gresik Berharap Kantor Ranting NU Sembayat Jadi Solusi Persoalan Nahdliyyin

Wabup Gresik Berharap Kantor Ranting NU Sembayat Jadi Solusi Persoalan Nahdliyyin

Berita   Daerah   Sorotan
Sepakat Masukan Dewan, PT Gresik Migas Akuisisi SPDN Campurrejo

Sepakat Masukan Dewan, PT Gresik Migas Akuisisi SPDN Campurrejo

Berita   Daerah   Ekonomi   Headline   Pemerintah   Sorotan
Pengrajin Batik Terkendala Produksi dan Pemasaran, Kartar Panceng Inisiasi Klinik UMKM dan Pelatihan Batik Tulis

Pengrajin Batik Terkendala Produksi dan Pemasaran, Kartar Panceng Inisiasi Klinik UMKM dan Pelatihan Batik Tulis

Berita   Daerah   Pemerintah   Sorotan
Peringati HANI 2022, Satreskoba Polres Sumenep Bagi-Bagi Kaus

Peringati HANI 2022, Satreskoba Polres Sumenep Bagi-Bagi Kaus

Pemerintah   Sorotan
Anggota DPRD Jatim Fraksi NasDem Salurkan Bantuan Mobil untuk Fatayat NU

Anggota DPRD Jatim Fraksi NasDem Salurkan Bantuan Mobil untuk Fatayat NU

Pemerintah   Sorotan
Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Kartar Tanggulrejo Senam dan Deklarasi Perang Lawan Narkoba

Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Kartar Tanggulrejo Senam dan Deklarasi Perang Lawan Narkoba

Berita   Daerah   Sorotan
Sejumlah Partai Politik di Bojonegoro Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu

Sejumlah Partai Politik di Bojonegoro Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu

Pemerintah   Sorotan
Petinggi KIB di Gresik Jalin Silaturahmi Satukan Persepsi

Petinggi KIB di Gresik Jalin Silaturahmi Satukan Persepsi

Berita   Daerah   Headline   Sorotan
Perkukuh Jamiah dan Jemaah, PCNU Bojonegoro Gelar Musykercab

Perkukuh Jamiah dan Jemaah, PCNU Bojonegoro Gelar Musykercab

Pemerintah   Sorotan