GRESIK, Berita Utama– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap Corporate Social Responsibility (CSR) PT Freeport Indonesia (PTFI) diprioritaskan untuk 6 bidang yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sosial dan keagamaan serta olahraga dan seni budaya. Prioritas tersebut sejalan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Gresik.
Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, saat menghadiri panel rembuk akur yang digelar PTFI bersama stakeholder, Rabu (20/12/2023)
Sinergi dari program kerja pemerintah daerah tahun 2024 adalah transformasi industri ramah lingkungan, perdagangan yang didukung oleh digitalisasi ekonomi dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul dan berdaya saing.
Program prioritas lain Pemkab Gresik di tahun 2024 yaitu, pengentasan kemiskinan, penanggulangan banjir, penguatan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas SDM dan penanganan masalah sampah.
“Arah kebijakan tersebut, akan mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi antar wilayah. Selain itu, mendorong terciptanya SDM berkualitas dan berakhlakul karimah, penguatan ekonomi yang berdaya saing dan penciptaan pembangunan,”ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, ada yang lebih penting dan harus ditangani serta diselesaikan terkait isu strategis nasional. Mulai dari penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, eliminasi AIDS, tubercolosis (TB), malaria, peningkatan kualitas masalah publik, dan penguatan struktur kawasan bencana.
Melalui forum rembuk akur bersama sektor Pentahelix, sambung Washil, nantinya akan diakomodasi oleh pemerintah sebagai regulator. Dengan tetap melibatkan dunia usaha sebagai pendorong, akademisi untuk mengkonsep dan inovasi, masyarakat sebagai akselerator juga bersama media sebagai pengganda.
“Melalui kolaborasi, mudah mudahan membangun kepercayaan dan kesepakatan antar pemangku kepentingan tentang isu isu kunci beserta solusinya, “tandas dia.
Sementara itu, Social Responsibility Superintendent PTFI Nana Suharna mengatakan, PTFI melalui beberapa tantangan sebelum dan masa operation project. Maka,pihaknya akan terus berkomitmen bersama pemerintah untuk mengembangkan kualitas SDM sebagai upaya meningkatkan skill tenaga lokal.
“Warga lokal harus profesional dan mumpuni untuk memberikan perubahan terkait ekonomi di Kabupaten Gresik, “ucapnya.
Sedangkan, Vice President Business Process Smelting and Refining PTFI Aripin Buman mengungkapkan, kegiatan rembuk akur sebagai wadah dialog dengan pemangku kepentingan dab bersama sama mencapai tujuan kesejahteraan yang berdampak kepada lingkungan sekitar maupun masyarakat. “Saya mengajak pemangku kepentingan, bersama sama membuka dialog atas isu-isu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Yang menyangkut proses pembangunan smelter termasuk isu, antara lain, tenaga kerja lokal, “tandasnya
Komentar telah ditutup.