GRESIK, Berita Utama – Petani bakal kelimpungan di tahun 2024 ini. Sebab, petani di Gresik hanya mendapatkan alokasi pupuk sebanyak 9.726 ton untuk NPK dan 16.129 ton untuk Urea. Kuota tersebut mengalami penurunan di bandingkan tahun 2023. Sebab, kuota yang turun sebanyak 26.083 ton urea dan 13.377 ton NPK. Bahkan, tren kuota pupuk subsidi terjadi penurunan selama 2 tahun belakangan di Gresik.
Reaalitas tersebut membuat petani semakin terpuruk. Seperti Yudha (25) petani Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang saat ditemui beritautama.co mengeluh dengan adanya informasi tersebut. Sebab, selama ini pupuk menjadi kebutuhan wajib bagi petani.
“Sebelumnya, pupuk subsidi yang saya terima sering kurang. Bahkan, sampai bela-belain beli ke luar kecamatan,” ujarnya dengan ekpresi kesal, Sabtu (06/01/2024).
Yudha mengaku tidak ada pilihan lain untuk mencukupi kebutuhan pupuk bagi tanamannya sehingga mengharuskan untuk membeli pupuk non subsidi. Hal ini terpaksa dilakukan agar hasil panen bisa maksimal.
” Bagimana lagi? Kalau gak begitu (beli pupuk non subsidi-red) hasilnya tak bisa maksimal,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Bahtiar Gunawan kepada awak media mengatakan, pihaknya sebetulnya telah mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) cukup banyak, yakni 31.712 ton jenis pupuk urea dan 35.809 ton jenis NPK. Namun, realisasinya berbeda.
“Jelas tidak cukup, di tahun lalu saja dengan alokasi pupuk segitu tidak mencukupi kebutuhan petani. Apalagi tahun ini berkurang lagi,” ujarnya.
Pengurangan alokasi pupuk subsidi ini, sambung dia, tidak bisa mencukupi kebutuhan petani di Gresik. Apalagi berharap bisa mendapat hasil maksimal.
“Tapi informasinya di triwulan 2 tahun 2024 nanti akan ditambah. Tapi belum tahu juga kepastiannya seperti apa. Mudah-mudahan mencukupi,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.