GRESIK,Berita Utama– Tenaga kesehatan yang telah berjuang dan bertaruh nyawa selama pandemi Covid-19 hingga atlet dan official yang berprestasi mewakili Kabupaten Gresik di Porprov Jatim 2023, harus gigit jari.
Sebab, Pemkab Gresik melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tidak menganggarkan pembayaran hutang honor bagi tenaga kesehatan maupun reward bagi atlet dan official di rancangan APBD (R-APBD) Gresik tahun 2024.
Realitas tersebut terungkap ketika Komisi IV DPRD Gresik melakukan rapat pembahasan usulan anggaran dari mitra kerjanya sesuai dokumen R-APBD 2024.
‘Hutang Pemkab ke tenaga kesehatan baik yang ada di RSUD Ibnu Sina maupun puskesmas nilainya kurang lebih Rp 8 miliar, tidak dianggarkan. Harusnya dibayar karena mereka sudah melakukan penanganan covid-19 selama tahun 2021 hingga awal 2022,”cetus Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad dengan nada sengit , Rabu (25/10/2023).
Menurutnya, tenaga kesehatan sudah berharap honornya bisa dibayar oleh Pemkab Gresik setelah menunggu lama.
“Kasihan tenaga kesehatan di RSUD Ibnu Sina dan puskesmas yang sudah menantikan honornya dibayar,” imbuh dia.
Hal senada dikatakan oleh Anggota Komisi IV, Bustami Hazim yang menyatakan anggaran untuk reward atlet Kabupaten Gresik yang mengikuti Porprov Jatim 2023 tidak dianggarkan di R-APBD 2024.
“Porprov VIII Jatim tahun 2023 sudah ditutup pada September 2023. Seharusnya anggaran reward sudah bisa dimasukkan dalam rancangan APBD 2023, setidaknya udiajukn saat PerubahanAPBD 2023 karena pelaksanaan Porprov selesai sblm pembahasan PAPBD yang tentu perkiraan kebutuhan reward yang akan diberikn sudah diketahui,’tandas dia.
Anehnya , lanjut Bustami Hazim, saat peringatan Haornas 2023, bupati dengan lantang menyampaikan reward akan diberikan kepada atlet yang berprestasi.
“tapi nyatanya di pembahasan R- APBD 2024 pun, reward atlet Gresik yang berprestasi di Porprov masih di split,”tukas dia.
Komentar telah ditutup.