GRESIK, Berita Utama– Salah satu tradisi sejak turun temurun, dan diperingati setiap malam ke 23 bulan Ramadan, yakni kolak sanggring atau kolak ayam di Desa Gumeno Kecamatan Manyar.
‘Tahun ini, kami menyiapkan sebanyak 3000 porsi kolak ayam bakal dibagikan kepada masyarakat saat buka puasa,’ujar Ketua Panitia Semarak Sanggring, Suudi, saat ditemui beritautama.co, Kamis (13/04/2023).
Sekali masak kolak ayam ini , sambung dia, menghabiskan setidaknya 210 ekor ayam, 700 kg gula merah, 50 kg jinten, dan 230 kg bawang.
“Untuk tahun ini, kita hanya fokus buka bersama saja dengan membagikan kolak ayam,” imbuh dia.
Asal mulanya tradisi kolak ayam dari kisah Sunan Dalem yang merupakan putra kedua Sunan Giri yang membangun masjid di Desa Gumeno sebagai usaha dalam menyebarkan syiar Islam.
Tidak lama masjid yang di bangunnya berdiri Sunan Dalem malah jatuh sakit di Desa Gumeno. Beberapa tabib didatangkan, hingga obat-obatan diramu. Namun, tidak berhasil membuatnya sembuh.
“Lalu, Sunan Dalem dapat petunjuk dari atas (Allah SWT-red) untuk buat kolak dengan bahan campuran ayam juga. Ternyata, atas kuasa Allah bisa sembuh. Dan, hingga saat ini tradisi itu terus dilakukan,” urai dia.
Nama Sanggring berasal dari kata Sang yang artinya Raja atau Penggedhe dan Gring yang artinya gering atau sakit. Jadi Sanggring artinya raja yang sakit. Kepatuhan kepada beliau, maka warga Desa Gumeno selalu melanjutkan tradisi tersebut setiap tahun.
Komentar telah ditutup.