GRESIK, Berita Utama – Keberadaan Kabupaten Gresik cukup penting sejak dulu. Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun menyebut Gresik sebagai Gerbang Wahyu. Sebab, semua informasi dari Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Mhammad SAW, masuk ke Nusantara melalui Gresik. Hal itu disampaikan oleh Cak Nun dalam sinau bareng dan pembukaan acara “East Java Heritage Expo Tahun 2022 : Citragama Wali yang berlangsung di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jumat (25/11/2022).
“Setelah Gresik dibuka menjadi gerbang berita-berita dari Nabi Muhammad SAW sampai ke kita melalui Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Kanjeng Sepuh, Sunan Bungkul, dan sebagainya, lewat sini (Gresik-red) dulu,” urai dia.
Diakui Cak Nun bahwa keberadaan Gresik cukup penting. Sehingga menurutnya, panitia pelaksana kegiatan sudah benar menjadikan Gresik sebagai tuan rumah East Java Heritage Expo Tahun 2022 : Citragama Wali.
“Gresik itu dari kata Giri Gisik. Giri itu artinya Gunung, Gasik itu pantai. Artinya Gunung di tepi pantai. Gunung maksudnya itu bukan gunung secara materi, tapi gunung ilmu dan lautan pengetahuan,” imbuh dia.
Menurut Cak Nun, cara melihat heritage ada dua. Pertama yakni nilai dan yang kedua adalah materi.
“ Nilai itu bukan benda atau sekadar angka. Bahwa, di Jawa tidak ada warisan berupa material, karena warisan kita sesungguhnya adalah rohaniah,” terang dia
Cak Nun melanjutkan, melalui sinau bareng (belajar bersama) mengajak kepada masyarakat Gresik yang hadir untuk berpikir kritis, apakah Jawa itu kata benda atau kata sifat?
“Jawa itu kata sifat. Sifat pengasih dan sifat penyayang itu adalah hakikat dari Jawa,” imbuh dia.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono yang hadir mengungkapkan pentingnya bagaimana mengumpulkan energi untuk membangkitkan kembali nilai-nilai Islam khususnya dari kebudayaan Jawa.
“Bagaimana kontribusi keilmuan agama Islam di Jatim khususnya, dan umumnya Indonesia. Bahwa kontribusi itu tidak hanya sekadar ekonomi melainkan juga dalam hal keilmuan. Semoga Jawa Timur bisa menjadi pusat keilmuan dan kebudayaan Islam untuk masa depan dan generasi berikutnya,” terangnya.
Sedangkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) selaku tuan rumah mengatakan pentingnya duduk bersama untuk belajar, apalagi tentang sejarah dan warisan budaya masa lalu.
“Mudah-mudahan kita mendapatkan ilmu untuk pencerahan. Mari diniati belajar dan berkah untuk kita semua,” tutupnya.
Dalam pelaksanaannya, East Java Heritage Expo Tahun 2022 : Citragama Wali merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan Pemkot Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Tuban diagendakan berlangsung selama tiga hari ke depan, yakni tanggal 25-27 November 2022.
Komentar telah ditutup.