GRESIK, Berita Utama – Limbah cair dari industri tekstil rumahan yang dibuang sembarangan di Desa Semampir, Kecamatan Cerme mulai mengusik masyarakat. Informasinya, aktivitas tersebut juga telah berjalan selama bertahun-tahun.
Tamam (37), salah satu warga setempat mengatakan, pembuangan limbah cair hasil olahan produksi sarung sudah berjalan sejak lama.
“Saya memang pendatang di sini sejak tahun 2014. Tetapi, jauh sebelumnya juga itu sudah ada,” ujar dia kepada beritautama.co, Rabu (05/07/2023).

Ditambahkan, limbah tersebut dibuang langsung ke selokan atau aliran sungai kecil di desa.
“Alirannya ini mengarah ke beberapa sawah, termasuk juga tambak di sekitarnya. Kalau musim kemarau tampak jelas sekali warna cairannya dan juga tampak kental. Kalau musim hujan tidak terlalu terlihat soalnya debit airnya banyak. Dampak saat ini mungkin belum terlihat, tapi nantinya kan ada dampak jangka panjang,” imbuh dia.
Hal senada juga disampaikan oleh Sayut (54), bahwa limbah tersebut sedikit banyak berdampak kepada petani.
“Iya itu sudah lama. Di sini ada beberapa industri tekstil rumahan. Terus bagaimana? Itu merugikan petani,” ucap dia.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan.
“Kami tampung adanya informasi tersebut. Nantinya akan kita lakukan pengecekan dan tindak lanjut,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik.
“Itu nanti kita koordinasikan juga,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.