GRESIK, Berita Utama- Kendati Indeks pendidikan Kabupaten Gresik tahun 2023 lebih baik dari tahun lalu, tetapi infrastruktur dan kualitas guru masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan dalam pemerintahan Bupati Fandi Akhmad Yani – Wabup Aminatun Habibah (NIAT).
Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Herawan Eka Kusuma mengakui Indeks pendidikan tahun ini mencapai 80,98 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 78,90 persen. Ada komponen enam dimensi yang diukur dalam penyusunan dan penilaian indeks pendidikan meliputi infrastruktur, subsequent achievement, achievement outcomes, sosial pedagogy competency, human resource atau kualitas guru dan terakhir state partially atauketerlibatan pemerintah.
“Infrastruktur dan kualitas guru masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Hingga kini, infrastruktur masih menempati posisi paling buncit,” kata Herawan kepada awak media, Selas (14/05/2024).
Dijelaskan, achievement outcomes mengukur capaian pembelajaran siswa. Pada dimensi ini, skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 86,55 menjadi 88,05 di tahun 2023.
Kemudian, subsequent achievement mengukur capaian keberlanjutan. Mulai lama sekolah, standar kelulusan hingga standar penilaian pembelajaran.
“Pada dimensi ini, skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 78,88 menjadi 81,49 di tahun 2023,” terang dia
Sosial pedagogy competency mengukur kualitas dan kecakapan pengajaran oleh tenaga pendidik. Skornya naik dari tahun 2022 sebesar 78,41 menjadi 79,34 pada tahun 2023.
Dimensi keempat yakni, yakni state partially. Dimensi ini mengukur keberpihakan negara dalam pembiayaan dan menentukan regulasi. Dimensi ini mengukur anggaran pendidikan yang disiapkan APBD hingga kepuasan layanan pendidikan.
“Skornya juga naik dari tahun 2022 sebesar 86,18 menjadi 86,32 pada tahun 2023,” kata Herawan.
Dimensi kelima yakni, human resource. Dimensi ini mengukur kualitas pengajar dan kesetaraan gender. Pada dimensi ini skornya mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 73,39 naik menjadi 75,57 ditahun 2023.
Serta dimensi keenam yakni, infrastruktur. Dimensi ini mengukur kualitas infrastruktur layanan pendidikan. Skornya mengalami kenaikan dari 70,1 ditahun 2022 menjadi 75,10 di tahun 2023. Ia menambahkan, untuk dimensi kelima dan keenam meskipun skornya naik namun masih memerlukan perhatian khusus.
“Sebab dua dimensi ini memiliki peran yang sangat vital di dunia pendidikan,” terangnya.
Untuk persoalan infrastrktur, pihaknya terus berupaya menyelesaikan perbaikan sekolah rusak yang hampir merata.
“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat bantuan anggaran dari pusat untuk perbaikan sekolah,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.