GRESIK, Berita Utama- Salah satu upaya PT Freeport Indonesia (PTFI) Smelter PTFI Smelter untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi misi yakni Gresik Tangguh dengan membuka dialog bersama pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta sektor swasta lainnya atas berdirinya smelter di Kecamatan Manyar melalui kegiatan rembuk akur. Sehingga, lebih memahami kebutuhan serta pendapat dari para pemangku kepentingan.
“Peserta rembuk akur akan mempelajari hasil studi Universitas Airlangga (Unair) mengenai ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Kabupaten Gresik, yang selanjutnya dengan tetap mempertimbangkan visi dan misi, akan kita gunakan sebagai acuan dalam menentukan prioritas kegiatan bersama,” ungkap Aripin Buman, Vice President Business Process, Smelter & Refining PTFI Smelter dalam siaran persnya, Senin (18/09/2023).
PTFI Smelter mengapresiasi Pemkab Gresik dukungan yang diberikan terhadap PTFI serta ucapan terima kasih kepada Universitas Airlangga yang telah melakukan studi sosial di Kabupaten Gresik.
“Semoga melalui forum konsultasi dan diskusi ini PTFI dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan juga lingkungan di sekitar PTFI,” tukas dia.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Misbahul Munir mengatakan, metode tersebut merupakan metode yang baik, karena melibatkan semua elemen masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik dan mengucapkan terima kasihkepada PTFI atas upaya implementasi program CSR yang dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur.Pemerintah berharap masyarakat tidak lagi menjadi objek, namun turut menjadi subjek terhadap kemajuan industri Indonesia,”tukas dia.
Komentar telah ditutup.