GRESIK, Berita Utama– Project pertanian terbaik dari lima santri Pondok Pesantren (PP) telah dipilih oleh PT Petrokimia Gresik (PG) untuk dilakukan pembekalan dan pengembangan lebih lanjut dalam program “Wirakarya Santri Makmur” untuk dorong munculnya ide kreatif dan melahirkan project pertanian profitable.
Santri yang terpilih berasal dari PP Manba’ul Ulum Bojonegoro sebagai juara I dengan memilih komoditas jagung dalam projectnya, Juara II, santri PP Fathul Ulum Jombang dengan komoditas jagung manis. Kemudian, PP Darussalam Banyuwangi sebagai juara III dengan komoditas cabai. Juara harapan I, PP Al-Karimi Gresik dengan komoditas padi dan PP Mambadi’ul Ikhsan Banyuwangi sebagai juara harapan II dengan komoditas jagung.
Project terbaik santri ini dipilih oleh dewan juri yang kompeten, yaitu tim Petrokimia Gresik, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, serta tim ahli dari Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan). Salah satu poin penilaiannya adalah profitabilitas.
“Kami berhatap project ini menginspirasi pondok pesantren lain di Indonesia serta pertanian di dalam negeri untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang,” ujar Direktur Utama PG Dwi Satriyo Annurogo dalam siaran persnya, Kamis (07/09/2023).
Santri Makmur merupakan program yang diinisiasi Petrokimia Gresik dalam rangka meningkatkan produktivitas dan memajukan pertanian di Indonesia dengan melibatkan santri-santri PP. Program ini diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo pada peringatan 1 Abad NU di Banyuwangi pada tanggal 9 Januari 2023 lalu.
Petrokimia Gresik bekerja bersama dengan RMI PWNU Jawa Timur dalam Santri Makmur. Program ini menjadi media pengembangan potensi santri untuk ikut berpartisipasi dalam penyiapan SDM pertanian yang berkualitas dalam mengelola project pertanian.
Total ada 120 santri dari 12 PP yang terlibat dalam program ini. Para santri diminta untuk membuat project pertanian, mulai dari kegiatan menyiapkan lahan proses budidaya hingga panen. Masing-masing project mendapat pendanaan dari PG untuk direalisasikan. Adapun total pendanaan yang diberikan sebesar Rp162 juta.
“Santri Makmur menjadi salah satu strategi yang dihadirkan Petrokimia Gresik untuk menyukseskan Program Makmur. Petrokimia Gresik beserta seluruh stakeholder terkait berkomitmen penuh untuk berperan aktif dan bersinergi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan regenerasi petani milenial dalam Program Makmur,” tandas Dwi Satriyo.
Lebih lanjut ia menambahkan, melalui program Santri Makmur, para santri mendapatkan kesempatan untuk menjadi tenaga pendamping project pertanian di lingkungan PP. Menjadi tutor/mentor yang memberikan edukasi pada project pertanian di PP. “Kami berharap, Santri Makmur dapat menjadi salah satu tonggak sejarah Pupuk Indonesia Group dan Petrokimia Gresik dalam menciptakan masa depan baru di bidang pertanian,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.