GRESIK, Berita Utama — Kekurangan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes), khususnya perawat, di Rumah Sakit (RS) Umar Mas’ud, Pulau Bawean, menjadi sorotan Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir. pihaknya menilai kondisi tersebut krusial dan membutuhkan penambahan tenaga kesehatan.
Namun, Pemkab Gresik dinilai tidak bisa berbuat banyak karena adanya moratorium pegawai sesuai regulasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Regulasi itu melarang perekrutan pegawai dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu.
“Penambahan jumlah pegawai pemerintah daerah itu tidak seharusnya berlaku surut. Ada beberapa kondisi yang krusial seperti di Pulau Bawean yang mengharuskan penambahan tenaga kesehatan,” kata Syahrul dengan nada serius, Minggu (18/10/2026).
Menurut Syahrul, kekurangan perawat di RS Umar Mas’ud sering terjadi ketika ada pasien yang harus dirujuk ke daratan Kota Gresik. Dalam kondisi itu, perawat otomatis harus mendampingi pasien.
“Di saat itulah seringkali terjadi kekurangan perawat di RS Umar Mas’ud,” ujarnya.
Selain persoalan SDM, Syahrul yang sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bawean juga menyoroti kendala suplai oksigen bagi pasien. Keluhan itu, kata dia, disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan yang ditemuinya.
Menurutnya, distribusi tabung oksigen terkendala karena tidak ada kapal kargo dan penumpang yang menjadi satu dalam pelayaran ke Pulau Bawean. Kebijakan angkutan laut yang mewajibkan pemisahan penumpang dan barang turut mempersulit distribusi.
“Pernah suatu ketika beberapa tabung oksigen terlempar ke laut karena menggunakan perahu tradisional. Ini juga akibat kebijakan angkutan laut yang wajib memisahkan antara penumpang dan barang sehingga distribusi tabung oksigen juga mengalami kendala,” jelasnya.
Syahrul pun mengusulkan agar penyediaan generator oksigen di RS Umar Mas’ud segera direalisasikan pada tahun 2027. Menurutnya, kebutuhan tersebut sangat mendesak.
“Saya mengusulkan penyediaan generator oksigen agar segera direalisasikan pada tahun 2027 mengingat hal ini sangat mendesak dibutuhkan di RS Umar Mas’ud di Pulau Bawean,” pungkasnya.
Komentar telah ditutup.