GRESIK, Berita Utama – Sekitar 1400 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di lingkungan RW 9 Perumahan Oma Indah Menganti dan Graha Menganti Desa Bringkang Kecamatan Menganti. Banjir merendam sejak tiga hari yang lalu, Selasa (06/02/2024). Tetapi, tak ada upaya yang cepat dari Pemkab Gresik untuk menanggulanginya. Padahal, banjir di kedua perumahan tersebut sudah menjadi rutinan sejak tahun lalu.
Ketua RW 9 Perumahan Oma Indah Menganti Desa Bringkang Kecamatan Menganti, Hariyono mewakili warga meminta kepada Pemkab Gresik agar melakukan normalisasi saluran air di sekitar perumahan secara rutin.
“Jangan sampai nanti dangkal, dan kemudian eceng gondok memenuhi sepanjang aliran sungai sampai kali Lamong,” tandasnya kepada beritautama.co, Kamis (08/02/2024).
Sorotan tajam terkait kinerja Pemkab Gresik yang lemot dalam menanggani banjir berasala dari Anggota DPRD Gresik Komisi III, Abdullah Hamdi. Politisi PKB ini menilai bahwa banjir tersebut bukanlah hal yang baru, melainkan sudah terjadi dua kali sejak tahun kemarin.
“Kejadian ini sebenarnya sudah kita ingatkan temen-temen yang ada di dinas terkait. Bahkan sebelum hujan Pak RW sudah berkoordinasi dengan kami, untuk minta bantuan alat berat,” jelasnya saat mendatangi lokasi banjir di Perumahan Oma Indah Menganti.
Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan banjir. Pertama, kurangnya tempat penampungan air akibat banyaknya perumahan yang dibangun di atas lahan yang dulunya berfungsi sebagai resapan air. Kedua, kontur tanah yang rendah sehingga menjadi tempat genangan air. Ketiga, kurangnya tindakan preventif dari dinas terkait, seperti normalisasi saluran dan kajian saluran sungai.
Namun, politisi yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) Menganti- Kedamean tersebut menilai tindakan tersebut kurang efektif jika dilakukan saat musim hujan. Ia menyarankan agar dinas terkait melakukan normalisasi saluran saat musim kemarau.
“Kami berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melakukan kajian terkait dengan saluran yang ada di wilayah yang dilalui, terutama untuk Perumahan Oma Indah ini. Karena selama ini kami tahu, tidak ada roadmap terkait dengan saluran sungai yang jelas di Kabupaten Gresik, terutama Kecamatan Menganti,” imbuh dia.
Hamdi juga meminta DPUTR segera membangun pompa yang bisa menyedot air dari anak Kali Lamong langsung ke Kali Lamong, yang merupakan sungai utama di Kabupaten Gresik. Ia berharap agar rekomendasi ini segera dikaji, dan dieksekusi oleh dinas terkait.
“Pertama, segera lakukan normalisasi anak-anak Kali Lamong. Yang kedua, segera benahi drainase yang ada di Kabupaten Gresik. Yang ketiga, ajak masyarakat untuk merubah pola hidup. Yang keempat, reboisasi besar-besaran yang harus segera dilakukan, karena resapan air sekarang berkurang. Karena banyak berdiri, bukan tanaman yang tumbuh. Tetapi perumahan dan bangunan tinggi, akhirnya air tidak bisa diserap oleh tanah,” pungkas dia.