GRESIK, Berita Utama – Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting di Gresik masih berada pada angka 15,4%. Angka tersebut masih di atas target 10 persen yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati No. 9 Tahun 2023. Capaian ini memiliki perbedaan dengan angka prevalensi stunting Kabupaten Gresik sebelumnya yang didasarkan pada data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI, yakni sebesar 10,3%.
“Pada semester pertama tahun 2024, kami mencatat bahwa dari total 23.772 keluarga berisiko stunting, sebanyak 19.947 keluarga telah mendapatkan pendampingan, dengan rincian 2.848 calon pengantin, 3.634 ibu hamil, 892 ibu nifas, dan 13.342 balita,” ungkapn Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gresik ketika membuka kegiatan Evaluasi Capaian Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I Tahun 2024, Kamis (22/08/2024).
Meskipun pencapaian dan upaya yang dilakukan ini sudah cukup baik, Bu Min menekankan bahwa semua pihak perlu bekerja lebih keras dan cerdas untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting pada akhir tahun ini.
Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah peluncuran inovasi DETAK KERIS (Deteksi Tanggulangi Kurangi Keluarga Risiko Stunting), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendampingan dan memastikan keselarasan data melalui integrasi dengan aplikasi Gresik Urus Stunting.
Selain itu, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal untuk ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan balita stunting juga telah dilaksanakan dan akan terus dimonitor untuk memastikan efektivitasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik, Titik Ernawati menjelaskan, pihaknya telah melakukan intervensi serentak pencegahan stunting yang sudah dilakukan mulai bulan Juni 2024.
Sebagai informasi, pada bulan Juni lalu, presentase balita ditimbang di Kabupaten Gresik sebesar 95,02%. Capaian presentase tertinggi balita ditimbang diraih oleh Puskesmas Slempit dengan presentase 100% balita ditimbang, disusul Puskesmas Duduksampeyan dengan 99,97% dan Puskesmas Ujungpangkah sebesar 99,95%. “Kabupaten Gresik juga mengalami peningkatan peringkat dalam kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting Jatim tahun 2024. Sebelumnya kita ada di peringkat 35 dan pada penilaian terakhir kita naik di peringkat 12 se-Provinsi Jawa Timur,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.