GRESIK, Berita Utama- Proyek pembangunan Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) yang dialokasikan sebesar Rp 76,2 miliar dalam APBD Gresik tahun 2023, telah selesai proses tendernya. Pembangunan RSGS di wilayah selatan ini berlokasi di wilayah Desa Slempit, Kecamatan Kedamean dan ditargetkan selesai pengerjaannya pada tahun ini.
Setelah beroperasi, rumah sakit ini akan mampu mengcover layanan kesehatan khususnya bagi masyarakat wilayah Gresik Selatan (Kecamatan Menganti, Kedamean, Driyorejo, dan Wringinanom).
“Sejatinya, sudah ada pengadaan melalui e-katalog sekitar Rp 10 miliar untuk pengadaan awal rencana RSGS ini,”ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, Kamis (22/06/2023).
Berdasarkan data layanan pengadaan secara eletronik (lpse) Pemkab Gresik, pemenang tender yakni PT Permata Lansekap Nusantara yang beralamat di Jalan Gayungsari Barat no 91 lantai 3 Surabaya dengan penawaran sebesar Rp 59,2 miliar.
Sejatinya, ada penawar yang lebih rendah yakni PT.Jaya Semanggi Enjiiring yang menawar sebesar Rp 55.9 miliar. Namun, dalam keterangan di lpse.gresik.go.id dijlaskan peserta tender tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan point 29.13. nomor b. 7) a) evaluasi kewajaran harga yakni peserta tender wajib mengirimkan jawaban dan bukti dukung atas klarifikasi sebagaimana butir i. paling lama 7 hari kalender atau berdasarkan waktu yang ditentukan pokja pemilihan melalui email resmi terhitung sejak surat klarifikasi dikirim – Apabila sampai batas waktu yang ditentukan sebagaimana butir ii. peserta tender tidak mengirimkan jawaban dan bukti dukung klarifikasi kewajaran harga, maka penawaran peserta dinyatakan gugur klarifikasi kewajaran harga telah dikirim pokmil sebagaimana surat nomor 027/968/437.23/2023 tanggal 9 Mei 2023 melalui email ptjse.surabaya@gmail.com. Dan sampai tanggal yang ditentukan dalam surat tersebut, tidak tedapat jawaban yang disampaikan oleh peserta tender
Keberadaan RSGS cukup krusial, mengingat wilayah Gresik Selatan merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi, yakni 365.970 jiwa atau 28,3% dari total penduduk di Kabupaten Gresik (data BPS tahun 2023). Terlebih dengan jarak yang selama ini ditempuh masyarakat, untuk menuju RSUD Ibnu Sina yang berjarak sekitar 30 km.
” Ini adalah komitmen Pemkab Gresik dalam pemerataan pembangunan dan kesehatan. Karena di wilayah Gresik selatan yang padat penduduk, dan belum memiliki rumah sakit daerah,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), saat meninjau lokasi pembangunan sebelum menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu.
Menurut Bupati Yani, rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan, memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karenanya berbagai persiapan sarana pendukung seperti infrastruktur jalan juga tengah disiapkan, sehingga semua sudah siap saat RSGS beroperasi.
Sebagai informasi, pembangunan RSGS sudah direncanakan sejak tahun lalu. Nantinya, RSGS akan menjadi rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 bed. Hingga saat ini, pembangunan RSGS telah dimulai secara bertahap.
Komentar telah ditutup.