GRESIK, Berita Utama – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik tetap buruk di tengan krisis fiskal daerah. Buktinya, anggaran perbaikan jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme hanya terbuang sia-sia karena salah pengambilan kebijakan. Padahal, jalan status kabupaten tersebut sudah selesai diperbaiki sekirat satu bulan lalu. Namun kini, kondisi jalan rusak lagi dimana aspal mulai bergelombang.
Dari pantauan beritautama.co di lapangan, jalan yang rusak bergelombang sekitar sepanjang 10 meter. Kubangan jalan berbentuk gelombang cukup berbahaya dan rawan menyebabkan kecelakaan.
“Aneh, padahal barusan diaspal dan diperbaiki. Jalan ini sudah rusak berkali-kali. Diperbaiki, ditambal, diaspal. Eh, malah rusak lagi,” ujar Mukid (24) salah satu pengendara yang melintas, Minggu (10/09/2023).
Kerusakan yang berbentuk kubangan dan gundukan yang bergelombang sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua.
“Tang tidak pernah lewat sini, kalau tidak tahu kondisi jalan, bahaya sekali. Terutama malam hari,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Eddy Pancoro saat dikonfirmasi mengungkapkan, kerusakan jalan imbas pembatasan kendaraan bertonase berat yang melintas di Jalan Raya Cerme – Metatu.
“Karena kita memulai pelebaran jalan di ruas Pasar Cerme. Jadi, kendaraan tonase berat kita arahkan memutar lewat ruas Morowudi – Benjeng – Metatu. truk bertonase besar yang melewati ruas Jalan Raya Morowudi – Benjeng, membuat bleeding jalan tepat setelah diperbaiki,”ujar dia.
Pihaknya berjanji akan memperbaiki kembali jalan yang rusak tersebut.
Komentar telah ditutup.