GRESIK, Berita Utama- Komisi III DPRD Gresik menilai ada kejanggalan dalan lelang proyek jalan Banter — Kalipadang yang dialokasikan dalam APBD Gresik tahun 2023 dengan pagu sebesar Rp 2,9 milar. Sebab pemenang lelang dan pemenang berkontrak berbeda. Selain itu, penawarannya sama plek nominalnya.
“Ada indikasi perusahaan menata dalam lelang,”ungkap Anggota Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, Minggu (18/03/2023).
Berdasarkan data di layanan pengadaan secara elektronik (lpse) Pemkab Gresik, ada 107 perusahaan yang mendaftar lelang. Tetapi yang memasukkan penawaran hanya 15 perusahaan. Hasil evaluasi CV Linggis Nusantara dan CV Jamus Wanshurin Konstruksi mengajukan penawaran yang sama sebesar Rp Rp. 2.374.910.152,80.
Dalam lpse.gresik.go.id diumumkan pemenangnya CV Linggis Nusantara dengan alamat Perum peganden palace nomor 06. RT. 02 RW. 06 Kecamatan Manyar, Gresik. Namun, pada pengumuman pemenang berkontrak CV Jamus Wanshurin Konstruksi dengan alamat Singorejo RT. 02 RW. 04 Ds. Dahanrejo Kecamatan Kebomas, Gresik.
Sementara itu, Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Gresik, Tri Joko Effendi menjamin, pihaknya tidak ada permainan dengan perusahaan yang menjadi peserta lelang tersebut.
“Kalau penawaran perusahaan ada kesamaan, itu diluar kendali kami. Dan saya pastikan, tidak ada ULP menata pemenang lelang dengan perusahaan. Tapi kalau perusahaan yang mengikuti tender ada main, kita tidak mengetahuinya,”tegas dia.
Saat ini, proyek jalan Banter — Kalipadang sepanjang 506 meter sudah mulai dikerjakan. Alat berat dan pekerja sedang melakukan pemasangan batu kali, serta penataan badan jalan. Ruas jalan yang melintasi, Desa Banter, Munggugebang, Karangan Kidul, dan Desa Kalipadang tersebut mulai dikerjakan awal bulan Mei, dan ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2023. Dalam pengerjaannya, dilakukan separuh ruas terlebih dahulu sehingga jalur di contra flow dan bisa tetap dilalui.
Lokasi yang kerap terkena banjir anak sungai Kali Lamong, ruas jalan ini di rekonstruksi menggunakan konstruksi rigid dengan lebar 6 meter. Harapannya, dengan begitu ruas jalan menjadi lebih awet dan tahan banjir. Bahkan, Bupati Gus Yani sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, terlebih dulu melakukan sidak ke proyek tersebut.
Komentar telah ditutup.