GRESIK, Berita Utama – Progress proyek penuntasan ruas jalan Cerme – Metatu baru mencapai 36,33 persen. Padahal sesuai target semula akan berakhir pada bulan Desember tahun ini. Saat ini, pekerjaan masih berfokus pada tahap penyelesaian uditch untuk saluran air dan box culvert crossing.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Eddy Pancoro, menjelaskan bahwa kendala utama proyek tersebut yakni masalah utilitas. Terutama pada pemasangan saluran yang sering berbenturan dengan pipa Perunda Giri Tirta dan pipa gas.
“Kedalamannya sangat dangkal, jadi sering terjadi bocor dan pelaksanaan terhenti,” ucapnya kepada beritautama.co, Selasa (05/11/2023).
Meskipun demikian, pihaknya berkomitmen untuk memastikan proyek tersebut bisa selesai tepat waktu. Menurutnya, pengerjaan terbesar terletak pada pengaspalan.
“Karena progres terbesarnya di pekerjaan aspal. Nanti kalau pekerjaan saluran dan crossing sudah selesai tertata, inn syaa Alloh progresnya akan cepet naik,” imbuhnya.
Eddy menambahkan, estimasi untuk dimulainya pengaspalan jalan tersebut sekitar dua minggu ke depan.
Diketahui, proyek ini memiliki nilai anggaran pagu sebesar Rp 6,8 miliar dalam APBD 2024, dengan kontraktor Puncak Jaya Konstruksi beralamat di Jalan Komering No. 4 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo- Surabaya yang memenangkan penawaran pekerjaan dengan nilai Rp 5,4 miliar.
Proyek di sepanjang jalan 950 meter ini merupakan proyek penuntasan jalan yang sudah dilakukan dari ruas Metatu. Menyisakan pengerjaan sepanjang 1 km. Selain itu, jalan Cerme nanti akan memiliki lebar 7 meter dengan tambahan drainase di bagian sisi kanan dan kiri jalan.
Komentar telah ditutup.