GRESIK, Berita Utama- Kinerja Unit Reaksi Cepat (URC) Gresik mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPRD Gresik. Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) yang membawahidalam merespon pengaduan masyarakat untuk melakukan perbaikan dinilai tebang pilih dengan mentalitas asal bapak senang (ABS). Selain itu, tidak jelas schedule dalam merencanakan perbaikan sehingga kerjanya ogah-ogahan.
“Masak pekerja URC Bina Marga, pukul sembilan pagi belum ada aktivitas melakukan pekerjaan penambalan jalan. Lalu, pukul satu siang sudah tak selesai. Padahal, pengaduan yang masuk sangat banyak,”cetus Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi dengan nada dongkol, Minggu (13/04/2025).

Menurut politisi PKB ini, pengadaan material untuk tambal sulam jalan yang rusak sudah dilakukan. Praktis, kebutuhan material sudah tersedia. Sehingga, tak ada alasan URC Bina Marga untuk berleha-leha dengan banyaknya pengaduan masyarakat terkait jalan yang rusak. Kenyataannya, mereka tak bergerak cepat untuk merespon keluhan masyarakat tersebut.
“Memang ada yang mengeluh, kalau tokoh atau oknum politisi tertentu yang dekat dengan kekuasaan mengadu, URC Bina Marga maupun URC Dinas Perhubungan langsung gerak cepat. Kinerjanya seperti ABS tidak berdasarkan kebutuhan masyarakat di bawah yang membutuhkan pelayanan,”tegas dia.
Untuk itu, sambung Hamdi, Komisi III DPRD Gresik akan segera memanggil mitra kerjanya tersebut untuk melakukan rapat kerja. Sehingga, kinerja URC Bina Marga maupun URC Dishub Gresik bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat.
“Nanti, kami akan blejeti pola penanganan pengaduan hingga reaksi konkrit dalam gerak cepat meresponnya. Kalau pola kerjanya hanya ABS, kami akan semprot agar tak merugikan masyarakat,”tukas dia.
Hal senada dikatakan Anggota Komisi III lainnya, Nur Yahya Hanafi yang kesal dengan kinerja URC Dishub Gresik. Meskipun mitra kerjanya di Komisi III, tetapi Dishub Gresik seolah tebang pilih ketika mendapat pengaduan dalam memperbaiki penerangan jalan umum (PJU).
“Ada masyarakat yang mengadu, kalau PJU di sekitar area menuju pintu Tol Kedamean yang PJU-nya padam dan kurang penerangan. Kemudian, saya sampaikan aspirasinya ke Dishub Gresik. Tapi, alasan URC Dishub tak ada anggaran untuk mengganti lampu yang padam itu. Tapi, tidak datang ke lokasi untuk mengeceknya lebih dulu,”tukas dia.
Yang membuat Yahya merasa kesal, URC Dishub Gresik gerak cepat melakukan perbaikan PJU ketika ada oknum politisi yang dekat dengan kekuasaan mengadu ada PJU yang padam. Bahkan, dengan bangga memasang di story WhatsApps (WA) kalau URC sudah datang melakukan perbaikan. “Pola seperti ini, sudah tidak benar. Kinerjanya hanya ABS dengan tebang pilih ketika ada pengaduan masyarakat. Nanti dalam rapat kerja, saya akan blejeti,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.