GRESIK, Berita Utama– Kelanjutan pembangunan Sekolah Menangah Pertama Negeri (SMPN) 33 Driyorejo yang selesai pembangunannya tahap I dan diresmikan oleh Wakil Bupati Aminatun Habibah (Bu Min) pada Maret 2022 lalu, tidak ada kejelasan. Ironisnya, kondisi sekolah mulai banyak mengalami kerusakan. Salah satunya, dak beton hampir di seluruh ruangan mulai bocor. Lantaran, pembangunannya direncanakan dua lantai tetapi baru lantai satu yang selesai.
Realitas tersebut dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Herawan Eka Kusuma setelah mendatangi dan mengamati langsung kondisi sekolah SMPN 33, Rabu (11/01/2023).
“Saya juga kaget, saat ditanya kepseknya terkait lanjutan pembangunan SMPN 33. Saya tidak tahu kalau sekolah tersebut ternyata pembangunannya belum selesai,” terangnya.
Seharusnya pembangunannya SMPN 33 segera dilanjutkan tahap II. Karena kalau tidak dibangun, pasti gedung yang sudah ada akan rusak.
“Karena desainnya lantai dua, kalau lama dibiarkan lantai satu, dak betonnya yang rusak. Makanya saya datang kesini untuk melihat langsung kondisinya,” kata dia.
Karena APBD Gresik 2023 sudah disahkan dan berjalan, sambung Herawan, dalam perubahan APBD (P-APBD) Gresik 2023 nanti, pihaknya akan mengusulkan anggarannya. Meskipun kecil, yang penting harus dilanjutkan.
“Secara bertahap kami akan selesaikan,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, Wabup Bu Min ketika peresmian SMPN 33 berpesan bahwa proses pembangunan tidak berhenti setelah diresmikan, lantaran masih ada beberapa sarana prasarana yang harus disediakan untuk menambah kualitas belajar mengajar, seperti perpustakaan, laboratorium, UKS dan sebagainya.
Sebelum diresmikan, siswa SMPN 33 Gresik menempati gedung SMPN 8 Gresik yang terletak di Desa Tenaru Kecamatan untuk kegiatan belajarnya. Setelah diresmikan di lahan seluas 7.816 m², siswa SMPN 33 Gresik bisa menempati gedung sekolahnya sendiri. Proyek pembangunan, gedung sekolah SMPN 33 menelan dana dari APBD Gresik tahun 2021 sebesar Rp 10 miliar. Sarana dan prasarana pokok yang sudah dibangun terdiri dari 15 ruang kelas, ruang guru, ruang TU, kamar mandi, dan lapangan upacara.