GRESIK, Berita Utama- Kasus kekerasan yang menimpa SAH (8) salah satu siswa SDN di Kecamatan Menganti yang mengalami kebutaan akibat dicolok matanya dengan tusuk pentol oleh kakak kelasnya mendapat perhatian serius daru Komisi IV DPRD Gresik. Untuk itu, beberapa rekomendasi diberikan oleh DPRD Gresik dalam rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, Senin (18/09/2023).
“Kita minta kepala sekolah di non jobkan atau dicopot dari jabatannya,”ujar Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad seusai rapat.
Selain itu, pemerintah daerah harus menanggung seluruh biaya untuk pengobatan korban hingga sembuh. Juga, Pemkab Gresik harus melakukan mitigasi secara menyeluruh di dunia pendidikan agar kasus bullying maupun kekerasan di sekolah bisa sirna.
“Maka, penguatan karakter harus dibangun agar seluruh sekolah di Kabupaten Gresik menjadi sekolah ramah anak,” tandas dia.
Komunikasi dari seluruh pihak terkait, mulai pihak keluarga korban, keluarga pelaku dan pihak sekolah harus terjalin baik. Tanpa harus mencampuri urusan di ranah hukum.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan kepada awak media mengatakan, pihaknya terus mengusut kasus tersebut dengan membentuk tim khusus (timsus) yang berjumlah 35 orang. Bahkan, tim segera melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi.
“Timsus ini kita bentuk untuk mempercepat penyelesaian kasus ini dan akan dipimpin langsung oleh Kanit PPA. Termasuk, nanti ada tugasnya masing-masing,” kata dia.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, S. Hariyanto kepada awak media mengungkapkan, pihaknya berharap agar kasus ini segera diselesaikan. Termasuk juga, memberikan dukungan kepada korban agar bisa melanjutkan pendidikannya.
“Kami siap membantu korban untuk melanjutkan pendidikannya. Meskipun di luar zonasi kita siap membantu bagaimana korban tetap bisa melanjutkan pendidikannya,” tandasnya.
Sekadar informasi, kasus tersebut terjadi pada 7 Agustus 2023 lalu saat sekolah mengadakan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78. Saat itu, korban dimintai uang atau dipalak ala preman oleh kakak kelasnya. Karena menolak, korban dibawa ke lorong di antara ruang ruang guru dan pagar sekolah.
Di situ, pelaku menutup wajah korban dan melakukan penusukan pada area wajah korban dengan tusuk pentol. Akibatnya, mata korban bagian kanan sempat mengucurkan darah segar dan mengalami kebutaan.
Komentar telah ditutup.