GRESIK, Berita Utama – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik diminta mendatangkan alat berat untuk memperkuat tanggul yang jebol di Desa Glindah Kecamatan Kedamean. Sebab, penanganan tanngul yang jebol sebelumnya dinilai kurang kuat dengan menancapkan bambu sebagai trucuk menggunakan tenaga manusia. Sehingga, trucuk bambu kurang dalam menancap dan hanyut akibat arus air dan tanggul menjadi jebol lagi. Sehingga, banjir meluber ke desa sekitarnya.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan setelah mendapat keluhan dari kepala desa dan masyarakat karena kondisi tanggul di Desa Glindah yang kembali mengalami kerusakan.

“. Saya telah koordinasi dengan Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) agar mendatangkan alat berat untuk menancapkan bambu agar lebih dalam. Sehingga, lebih kuat,” kata dia, Selasa (18/11/2025)
Pihaknya juga meminta OPD terkait melalukan koordinasi. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DCKPKP), Dinas Pertanian, kecamatan maupun pemerintahan desa.
“Sebab, dampak lain dari banjir yaitu tanaman padi yang baru ditanam di wilayah Kedamean, Menganti dan lainnya, rusak. Padahal, mereka baru menanamnya. Makanya, merek meminta bantuan bibit padi kepada Dinas Pertanian. Kita sudah sampaikan ke Dinas Pertanian untuk mendapat bantuan benih padi yang terdampak bencana alam banjir,” katanya.
Sementara data di BPBD Gresik , banjir anak Kali Lamong masih menggenangi beberapa Desa di Kecamatan Menganti dan Kedamean.
Sehingga BPBD Kabupaten Gresik melakukan beberapa upaya yaitu koordinasi dengan berbagai pihak. Sehingga, bisa melakukan pemompaan air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemompaan oleh swadaya masyarakat di Perumahan Maharaja..
“Kita juga melakukan pendistribusian bantuan logistik untuk dapur umum mandiri di Desa Pranti, Kecamatan Menganti. Dapur umum pagi sebanyak 423 bungkus dan jumlah masak siang 600 bungkus,” kata Kepala BPBD Gresik, Sukardi.
Sednagkan jumlah warga terdampak yang terdata di Dapur Umum mandiri yaitu di Dusun Glundung 40 KK sebanyak 130 Jiwa, Dusun Kalimalang ada 32 KK sebanyak 96 jiwa. Dusun Kemorogan ada 21 KK sebanyak 67 jiwa dan Dusun Pranti ada 95 KK sebanyak 279 jiwa,” katanya.
Sedangkan untuk tanggul yang jebol di Desa Glindah, Kecamatan Kedamean telah dilakukan upaya penutupan tanggul dengan mendistribusikan karung sak.
“Kita juga berkoordinasi dengan pihak Dinas PUTR terkait penanganan tangkis yang kritis dan jebol dikarenakan membutuhkan alat berat. Selian itu, pendistribusian karung plastik di Desa Glindah dan Desa Lampah, Kecamatan Kedamean untuk penanggulangan tanggul sementara,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.