GRESIK, Berita Utama— Sekolah Rakyat di Gresik masih belum siap. Sebab, masih progres renovasi dan rencananya Sekolah Rakyat yang akan dibuka pada Agustus 2025. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif ketika meninjau pembangunan Sekolah Rakyat yang eks SMPN 30 menyatu dengan UPT SMPN 6, Senin (14/07/2025).
“Ini merupakan hari ke-11 renovasi yang dilakukan oleh Nindya Adhi KSO. Alhamdulillah dikerjakan dengan baik. Insha Allah sebelum tanggal 17 Agustus, pembangunan atau renovasi sudah selesai,” harapnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh, Sekretaris Dinas Pendidikan Herawan Eka Kusuma, Kepala Sekolah UPT SMPN 6 Sidayu Abdul Aziz, serta Forkopimcam Sidayu.
Ditambahkan, perabot lengkap Sekolah Rakyat dari pihak Nindya Adhi KSO. Untuk itu, pihaknya berharap pada Agustus nanti proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat dapat segera dimulai agar tidak mundur lagi.
“Untuk siswa-siswi Sekolah Rakyat sudah siap, ada sebanyak 75 siswa kelas 1 SMA dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) tiga kelas,” ungkapnya.
Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan renovasi Sekolah Rakyat. Juga Kementerian Sosial yang memberikan kepercayaan dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang disambut antusias oleh masyarakat.
“Kehadiran Sekolah Rakyat akan memberikan harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 di Kabupaten Gresik untuk tetap menatap masa depan dan mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” tegas dia.
Wabup Alif juga meninjau pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon siswa Sekolah Rakyat yang diinisiasi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan di UPT Puskesmas Sidayu.
“Melalui Sekolah Rakyat, bukan hanya membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan adanya cek kesehatan sebelum mengikuti proses pembelajaran, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan hidup yang lebih sejahtera bagi anak-anak Indonesia,” kata tukas dia.
Wabup Alif juga menjadi pembina apel pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Baru Tahun 2025/2026 di UPT SMPN 6 Gresik, Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Dalam amanatnya, ditekankan pentingnya adaptasi, semangat belajar, dan menjaga nama baik sekolah bagi siswa baru. Ia juga memberikan motivasi agar peserta didik memanfaatkan kesempatan MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah dan teman-teman baru.
“Mengusung MPLS RAMAH, pengenalan lingkungan sekolah harus bisa memberikan kesan positif dan hangat kepada para peserta didik baru. Ini penting untuk memulai proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di jenjang pendidikan barunya,” ujarnya.
Menurutnya, MPLS merupakan momen penting dalam kehidupan siswa selain belajar juga untuk membangun kebersamaan.
“Di sinilah siswa-siswi tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah baru, tetapi juga dengan nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.