GRESIK, Berita Utama- Belasan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang bersantai di warung kopi (warkop) saat jam kerja dan terjaring dalam razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat Pemkab Gresik, menjadi keprihatinan dari Ketua Komisi I DPRD Gresik, M Rizaldi Syahputra yang mendampingi kegiatan tersebut, Selasa (20/05/2025)
“Saya sangat menyayangkan masih adanya ASN yang kedapatan nongkrong atau ngopi di luar kantor pada jam kerja. Hal ini tidak hanya mencederai etika birokrasi tetapi juga citra Kabupaten Gresik. Kami mendorong OPD (organisasi perangkat daerah –red) terkait untuk memberikan pembinaan dan bila perlu sanksi administratif kepada ASN yang terbukti melanggar aturan disiplin,”tegas dia.
Selain itu, anggota DPRD Gresik yang mendapatkan suara terbanyak dalam Pileg 2024 tersebut meminta kepada seluruh kepala OPD untuk meningkatkan pengawasan internal dan membangun budaya kerja yang produktif serta berintegritas.
“DPRD Gresik melalui Komisi 1, akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan ASN bekerja sesuai dengan tupoksinya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”tandasnya.
Legislator muda dari Kecamatan Wringinanom tersebut mengapresiasi Satpol PP, BKPSDM dan Inspektorat yang melakukan kegiatan penertiban pegawai pemerintah diluar jam kerja.
“Semoga kedepan tidak ada terulang kembali kejadian seperti ini,”harapnya.

Sekadar diketahui, razia yang dilakukan menyasar Warkop AGP, Ambon, Recas, You Dewi, hingga Pojok Bunder Asri. Petugas juga menyasar Warkop Soja, Rindang Jati, Pule ABR, Warung Embeth, dan warung-warung sekitar Jalan Arif Rahman Hakim.
Hasilnya, tim gabungan dalam razia di Warkop Rindang Jati menemukan tujuh pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tengah nongkrong. Sedangkan ketika razia di Warkop Ambon,, tiga pegawai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik terjaring. Di Warkop Pule ABR, dua pegawai Dinas Kesehatan ikut terciduk. Kemudian razia di sepanjang warung di sekitar Jalan Arif Rahman Hakim. Hasilnya, lima pegawai ditemukan ngopi, dua di antaranya berasal dari Dinas Pendidikan (Dispendik) dan tiga lainnya adalah guru dari SMA Negeri 1 Gresik.
Kepala Satpol PP AH Sinaga menjelaskan selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif. Operasi tersebut sebagai bentuk penegakan disiplin dan upaya pemulihan etika kerja birokrasi.
“Razia ini bertujuan menegakkan disiplin dan integritas pegawai pemerintah yang benar-benar menjalankan tugasnya di jam kerja,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.