GRESIK, Berita Utama- PT Cargill mendukung program Kabupaten Gresik dalam mencegah stunting. Bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan lembaga-lembaga lokal telah membentuk Laskar Pencegahan Stunting. Untuk mendukung para kader dalam menjalankan perannya, Cargill mengadakan sesi pelatihan selama 3 hari bekerja sama dengan Dinkes Gresik dan Lembaga Penala Samahita.
“Mendukung komunitas lokal adalah bagian penting dari upaya kami untuk menjadi warga korporat yang bertanggung jawab. Sebagai bagian dari masyarakat Gresik, Cargill akan terus bekerja sama dengan perangkat desa, pemerintah dan institusi lainnya di Gresik di dalam upaya bersama penanggulangan stunting dan menciptakan generasi masa mendatang yang tangguh,” ujar Adi Suprayitno, Gresik Admin & Relation Manager, Cargill dalam siaran persnya, Jum’at (24/01/2025)
Pelatihan yang bertema ” Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Upaya Pencegahan Stunting Desa” berlangsung di Aula Puskesmas Manyar, dengan fokus pada pembekalan keterampilan komunikasi interpersonal dan kelompok bagi anggota Laskar Cegah Stunting.
Kali ini, Laskar Cegah Stunting untuk menjalankan inisiatif di desa Pegaden, Leran, dan Banjarsari sebagai kelanjutan inisiatif serupa yang didirikan oleh Cargill pada tahun 2022 di desa Manyarejo, Manyarsidomukti, dan Manyarsidorukun.
Laskar ini terdiri dari 20 kader masyarakat, termasuk tenaga kesehatan desa, penggerak PKK, guru PAUD, pendamping KB, kader Posyandu, dan guru SMA.
Para kader akan diberdayakan untuk menjalankan inisiatif pencegahan stunting dan sosialisasi di desa-desa sasaran. Sasaran utama program pencegahan stunting adalah remaja putri untuk mencegah risiko kelahiran atau masalah kesehatan bayi.
Data dari Dinas Kesehatan Gresik menunjukkan bahwa pada triwulan III 2024 teridentifikasi 370 remaja di Kecamatan Manyar yang memiliki riwayat anemia. Selain itu, terdapat 468 balita stunting dan 493 balita bergizi kurang pada tahun 2024.
“Stunting umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang gizi dan makanan sehat, terutama di kalangan wanita muda dimana risiko stunting dapat terjadi selama kehamilan dan atau menyusui,”kata. dr. Anik Luthfiyah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dalam pelatihan.
Pendekatan peningkatan SDM, juga pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Cargill dan Penala, sambung dia, kan memiliki dampak jangka panjang karena lebih menekankan peningkatan kapasitas dan ilmu atau pelatihan.
“Itu akan lebih melekat di masyarakat,”pungkas dia.
Komentar telah ditutup.