Gresik – Beritautama.co – Petani Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah sedikit bersuara soal expor jeruk yang dilounching bupati gresik beberapa hari yang lalu.
Pasalnya kehadiran orang nomer satu di gresik ke desa kebonagung tersebut diketahui bukan untuk expor jeruk Melainkan membentuk Koperasi UMKM “Super Line” yang kemungkinan besar bisa expor jeruk ke negara malaysia dan singapura.
Dikonfirmasi via telephone salah satu pihak koperasi superline “Azar” memgatakan kalau hari ini ada pengiriman sampel berjumlah 10kg ke singapura dan malaysia.
Sementara itu sampai berita ini di rilis pihak kepala desa belum bisa konfirmasi ketia ditelephone tim Beritautama juga belum diangkat.
Ditemuai di desa kebonagung seorang petani sebut saja AF. Menyayangkan acara tersebut karena tidak sesuai dengan apa yang diberitakan diantaranya “para juragan jeruk dimintak membawa stok jeruk nya ke balaidesa untuk kegiatan ceremonial dan setelah acara selesai dimintak membawa pulang kembali” ujar AF.
Paguyupan Juragan Jeruk di desa tersebut mengatakan “Dulu kita sudah pernah expor ke malaysia juga singapura sebelum covid-19 menerjang tapi hanya beberapa bulan saja itupun pas harga jeruk dibawah 2000 rupiah”. ujar AZ.
Pada intinya AZ mengatakan ketika harga jeruk didalam negeri dibawah 2.500 kemungkinan untuk expor sangat besar namun sebaliknya ketika harga didalam negeri diatas 2.500 maka untuk sangat tidak mungkin. Hari ini diketahui harga jeruk hanya 2000 rupiah maka kemungkinan untuk expor cukup bisa.
AZ Juga mengatakan beberapa waktu lalu sudah menelphone Partner exportir nya di pelabuhan Perak Surabaya dibagian karantina “tidak ada expor dari gresik ke malaysia atau singapura untuk jeruk nipis” ujarnya.