GRESIK, Berita Utama – Birokrasi yang ruwet menjadi penghambat Jenis Olahraga (Jenor) Panjat Tebing Gresik sehingga dipastikan tidak bisa mengikuti gelaran Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) I tingkat Jatim. Sebab, struktur kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) di Gresik tak juga dibentuk oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik.
Padahal pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Gresik sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Disparekrafbudpora sejak beberapa bulan silam sebelum rencana digelarnya kegiatan tersebut.
“Rencana ada FORDA itu, awal 2022. Saya sempat tanyakan, apa di Gresik sudah ada KORMI ?. Tapi jawabnya belum ada. Terus bulan September 2022, saya diundang FGD (focus discuss group-red) tentang KORMI. Saya kira sudah dibentuk. Hingga saat info pelaksanaan FORDA, ternyata belum terbentuk juga,” ucap Ketua Harian FPTI Gresik, Sofyan Ats Tsauri kepada beritautama.co, Selasa (02/05/2023).
Bahkan, pihaknya juga telah bersikeras mengupayakan agar bisa ikut dengan cara membuat surat keterangan bahwasannya kepengurusan KORMI Gresik masih dalam proses pembentukan, baik kepada Panitia Penyelenggara FORDA maupun Pengurus KORMI Jatim.
“Dan ternyata hasilnya belum bisa ikut FORDA ya tidak apa-apa. Kami tetap berusaha mencari prestasi di event lainnya. Kami berharap agar KORMI Gresik bisa segera terbentuk, agar kami bisa mengikuti event-event selanjutnya,” beber dia.
Hal tersebut juga dikarenakan sudah sesuai dengan juknis yang ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara FORDA I Jatim 2023.
Terpisah, Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disparekrafbudpora Gresik Ahmad Dharief Dahlawy mengungkapkan bahwa, pihaknya sudah mengajukan draft kepengurusan KORMI kepada pimpinan sejak bulan April kemarin.
“Draft calon kepengurusan KORMI sudah saya sampaikan ke pimpinan. Dan beliau ingin dikonsultasikan ke bapak bupati dulu,” tandas dia.
Komentar telah ditutup.