GRESIK, Berita Utama– Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUPA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS-P) Tahun 2025, Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Gresik mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk renovasi Masjid Agung Gresik (MAG) Maulana Malik Ibrahim.
Rencananya anggaran tersebut digunakan untuk penambahan fasilitas lift yang diestimasi membutuhkan anggaran sebesar Rp 2 miliar dan ekskalator atau tangga berjalan yang nilainya sebesar Rp 3 miliar.
“Alasannya, ketika ada tokoh agama yang sudah sepuh hendak naik ke area tempat salat dan kegiatan keagamaan, kesulitan dan kasihan. Karena areanya berada di lantai dua. Selama ini, hanya ada tangga untuk naik ke lantai dua,”ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi seusai rapat kerja membahas rancangan KUPA PPAS-P 2025 dengan Dinas CKPPKP, Selasa (22/07/2025)
Bahkan, keberadaan MAG Maulana Malik Ibrahim dibandingkan dengan Masjid Jami’ di Manyar Komplek yang terletak di Kecamatan Manyar.
“Disana, masjidnya dilengkapi dengan fasilitas lift,”imbuh dia.
Namun, sambung Hamdi, Komisi III DPRD Gresik sepakat untuk menambah anggaran sebesar Rp 3 miliar saja yang digunakan untuk penambahan fasilitas ekskalator atau tangga berjalan.
“Kalau ekskalator, semua jamaah bisa menggunakan dengan daya tampung lebih besar. Sedangkan lift, hanya muat beberapa orang saja,’imbuh dia.
Hal senada dikatakan Anggota Komisi III DPRD Gresik, Danang Swantara. Menurutnya, takmir masjid atau pengurus juga wajib memikirkan biaya operasional ketika sudah ada fasilitas ekskalator. Sebab, biaya operasional jadi bertambah.
“Mungkin, bisa difungsikan ketika waktunya salat berjamaah tiba saja. Dan ketika ada kegiatan keagamaan lainnya,”ucap dia.
Menurutnya, banyak jamaah yang juga menggunakan lantai 1 untuk salat karena area suci. Utamanya, peziarah wisata religi yang mampir untuk istirahat setelah dari Makan Sunan Giri atau Malik Ibrahim.
“Meskipun lantai satu (MAG Malik Ibrahim) ada ruangan untuk komersil, tetapi di sekelilingnya masih area lantai yang suci untuk digunakan salat. Makanya banyak peziarah yang salat di lantai satu tanpa naik ke lantai dua,”imbuh dia.
Menurut Danang, lahan MAG sebenarnya lumayan luas. Tetapi ada beberapa peninggalan sejarah yang tetap dipertahankan. Seperti telaga yang masih tetap terjaga.
Komentar telah ditutup.