GRESIK, Berita Utama – Pekerjaan tambal sulam jalan rusak yang dikerjakan oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) seolah asal-asalan. Sebab, kualitasnya sangat buruk dan tak bertahan lama.
Seperti ruas Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme. Sebelumnya, jalan yang rusak setelah terendam banjir akibat luapan Kali Lamong, telah diaspal oleh URC DPUTR Gresik ketika surut . Tak lama berselang, hujan dengan intensitas tinggi kembali merendam ruas jalan tersebut. Ironisnya, tambaal aspal amblas sehingga jalan rusak lagi dan membahayakan pengendara bermotor.
Pantauan beritautama.co di lapangan, beberapa titik jalan yang berlubang dipasang penanda kayu atau benda lainnya.
Linda (28), warga Dusun Ngebret, Desa Morowudi mengeluhkan kondisi jalan yang rusak tersebut. Menurutnya, penambalan jalan sebelumnya oleh URC DPUTR Gresik dianggap pekerjaannya tidak rapi dan asal-salan sehingga tidak bisa bertahan lama.
“Tambalannya (aspal) tidak halus. Banyak krikil, dan pasirnya. Jadi, kemarin kena banjir lagi, terus ya tersapu air lagi, dan berlubang lagi,” ujarnya kepada beritautama co, Jumat (23/02/2024).
Linda mengaku khawatir jika beberapa titik lubang atau kerusakan tersebut dapat membuat kecelakaan. Termasuk berharap kepada pihak terkait agar segera memperbaiki atau meningkatkan kualitas jalan yang bersifat tahan lama.
“Kayak jalan di depan arah makam desa, itu hampir tidak kelihatan, lubang e agak lebar dan cukup dalam. Jadi, baik dari arah timur atau barat juga gak kelihatan, di tengah-tengah jalan raya,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti saat dikonfirmasi mengatakan, penambalan dan pengaspalan yang sudah dilakukan belum mengering.
“Injih. Karena belum kering kena hujan lagi, saya koordinasikan dulu ya,” tandasnya.
Komentar telah ditutup.