GRESIK – Beritautama.co – Puluhan massa gabungan dari PPAG, FSPBI-KASBI, Forkot, Gepal, FPPI Gresik, Joints, PKWG, dan Perpagres melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Gresik, Selasa (13/09/2022).
Mereka menuntut DPRD agar menyampaikan aspirasi dari rakyat khususnya warga Gresik untuk menurunkan harga BBM.
Salah satu pentolan Gepal (Gerakan Penolak Lupa) Abdul Wahab mengatakan bahwa aksi ini adalah perjuangan rakyat.
“Sebab, kebijakan ini sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, khususnya rakyat miskin,” ujar Abdul Wahab dalam orasinya di depan Gedung DPRD Gresik, Selasa (13/08/2022).
Lebih lanjut, Gus Wahab—sapaannya—menyampaikan bahwa warga Gresik belum sepenuhnya pulih dari situasi pandemi Covid-19.
“Terutama merontokkan perekonomian, belum lagi karut-marutnya data warga miskin yang menyebabkan bantuan langsung tunai tidak tepat sasaran,” jelasnya.
Mochammad, Ketua Komisi IV DPRD Gresik saat menemui massa aksi menerangkan bahwa saat ini pemerintah memang menaikkan BBM.
“Tapi saya sepakat dengan tuntutan kalian semua,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Senada, Ketua Komisi II DPRD Gresik Asroin Widyana juga menyampaikan bahwa pihaknya juga merasakan hal yang sama.
“Lebih lanjut, DPRD Gresik akan menjadikan bahan diskusi untuk dilaporkan kepada pimpinan, sekaligus diskusi bersama Pemkab Gresik,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Gresik Syaikhu Busiri berkomitmen untuk mem-back up adanya penyelewengan bantuan yang diberikan kepada warga atau yang tidak tepat sasaran.
Pantauan di lapangan, aksi yang digelar di depan Gedung DPRD Gresik itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Dan saat ini, gabungan massa tersebut melanjutkan aksinya menuju Kantor Bupati Gresik. (feb/zar)