GRESIK, Berita Utama – Realisasi investasi pada triwulan II tahun 2023 di Kabupaten Gresik mencapai Rp12,092 triliun. Capaian ini, tumbuh 62% dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp7,5 triliun
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo menjelaskan bahwa capaian tersebut sejalan dengan arahan Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dalam menjadikan Kabupaten Gresik sebagai daerah tujuan utama investasi.
“Untuk triwulan III dan berikutnya, DPMPTSP Gresik akan terus memaksimalkan kinerja. Dengan berbagai upaya dan kerja keras kolektif bersama, kita optimis bisa menjadi nomor 1 di Jatim lagi,” ujar Agung Endro, Selasa (01/08/2023).
Secara rinci, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang April — Juni 2023 mencapai sekitar Rp10,39 triliun atau 86% dari total realisasi investasi triwulan II. Capaian ini tumbuh 59% dibandingkan capaian tahun 2022 pada periode yang sama.
Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai sekitar Rp1,69 triliun atau setara 14% dari total investasi, tumbuh 8,3 % pada periode yang sama.
Berdasarkan sektor usaha, pada triwulan II tahun 2023, tiga besar realisasi investasi berasal dari sektor pertambangan; sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralalatan; serta industri kimia dan farmasi.
Realisasi investasi hingga triwulan II tahun 2023 sebesar Rp 22,8 triliun telah mencapai 76,7 % dari target realisasi investasi Kabupaten Gresik tahun 2023 sebesar Rp 29,7 triliun. Capaian triwulan II ini juga telah berhasil menyerap 8.175 tenaga kerja.
Saat ini Kabupaten Gresik menjadi daerah penyumbang nomor 1 dalam realisasi investasi di Jawa Timur, pada triwulan II tahun 2023. Kabupaten Gresik menjadi jawara dengan capaian 38,8% dari total investasi di Jawa Timur. Angka ini jauh mengungguli wilayah lain di Jatim seperti Kota Surabaya (18,8%), Kab. Sidoarjo (8,4%), Kab. Pasuruan (11,9%), dan Tuban (1,8%).
Komentar telah ditutup.