NASIONAL, Berita Utama– Permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan pada semester I tahun 2026 berhasil dimaksimalkan oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).dengan capaian kinerja yang tumbuh solid.
Empat pilar strategis SIG, yaitu transformasi model bisnis semen, keunggulan biaya dan efisiensi, bisnis produk turunan dan solusi bangunan, serta sumber daya dan tata kelola, menjadi landasan untuk memperkuat pengelolaan pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio.
Sebagai bagian dari transformasi, SIG menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group dengan melakukan penataan anak usaha untuk mengoptimalkan model business dan menciptakan struktur organisasi bisnis yang efektif dan efisien.
Pada semester I tahun 2026, SIG berhasil mencatatkan total volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton, naik 5,6% yoy, utamanya didukung penguatan pasar domestik dengan volume penjualan mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7% yoy. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan SIG ikut terkerek naik sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun. EBITDA juga naik 2,6% menjadi Rp2,15 triliun. Profitabilitas turut menguat, tercermin dari laba bersih yang meningkat 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar, sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar.
”Displin dan konsistensi menjalankan transformasi bisnis membuat SIG semakin resilience di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang. Bahkan, transformasi tidak hanya membuat Perusahaan mampu mencapai pertumbuhan kinerja, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” kata Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra dalam siaran persnya, Selasa (08/09/2026)
Melanjutkan inisiatif dekarbonisasi, lanjut dia , SIG terus memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker, serta efisiensi energi dan proses produksi. Komitmen ini diperkuat dengan target emisi berbasis sains yang telah disahkan SBTi dan penerapan rekomendasi TCFD dalam pengungkapan informasi kepada publik.
Saat ini, SIG memiliki sembilan merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di berbagai wilayah di Indonesia dan regional, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, serta Thang Long Cement. Untuk produk-produk yang dipasarkan di Indonesia, selain telah tersertifikasi SNI juga mengandung lebih dari 90% komponen dalam negeri (TKDN). Hal ini tak lepas dari komitmen penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis dan produksi, sehingga produk semen SIG dan turunannya memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dari semen konvensional.
Operasi SIG didukung pabrik semen terintegrasi di 10 lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, 6 pabrik penggilingan semen, dan 7 pelabuhan, juga diperkuat oleh lebih dari 300 distributor baik di Indonesia maupun di Vietnam (TLCC), serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia. Dengan jaringan operasi yang luas, SIG mengoptimalkan digitalisasi dan artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan rantai pasok, untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan ketersediaan produk bahan bangunan di seluruh wilayah Indonesia dan regional secara lebih terukur dan efektif dalam skala masif.
Indrieffouny Indra menambahkan, sejalan dengan permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi, SIG optimis prospek penjualan pada semester II tahun 2026 tetap positif.
Sebagai upaya penguatan pasar, SIG kembali membangkitkan ”Semen Kujang” yang merupakan merek semen pertama di Jawa Barat. Semen Kujang juga menjalin kerjasama strategis sebagai Official Cement Partner klub PERSIB Bandung untuk menjangkau basis pasar retail Jawa Barat.
Untuk mendukung proyek infrastruktur dan perumahan, SIG memiliki sederet produk semen hijau yang rendah emisi dan memiliki kualitas yang setara di kelas peruntukannya. Di antaranya, semen ekstra kuat ”PwrPro”, semen tahan air laut ”DuPro+ SBC”, semen tahan asam dan garam ”DuPro+ LH”, serta semen untuk pengecoran massal dan stabilisasi tanah “MaxStrength Pro”.
SIG juga memiliki berbagai produk beton inovatif, seperti beton berpori ”ThruCrete”, beton cepat kering “SpeedCrete”, beton dekoratif “DekoCrete”, dan paving block berpori. Mengambil peranan yang lebih luas, SIG menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi sebagai solusi konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.
Dalam menjangkau pasar yang lebih luas, SIG terus memperkenalkan portofolio Total Building Solutions melalui berbagai pameran, termasuk IndoBuildTech Expo dan Danantara Housing Expo. Selain memperkenalkan produk semen, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas awareness terhadap produk turunan dan solusi bangunan, sekaligus mendorong penyerapan produk non-semen.
Transformasi SIG telah mendapat pengakuan eksternal, melalui penegasan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek Stabil dari PEFINDO, serta ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI kategori Listed Company. Pengakuan ini mencerminkan konsistensi SIG dalam memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi berkelanjutan.
“Dengan ekosistem bisnis terintegrasi dan jaringan distribusi yang luas, SIG memiliki fondasi yang kuat untuk mendorong kinerja penjualan dan mencapai pertumbuhan bisnis yang profitable,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.