GRESIK, Berita Utama – Ratusan anak Taman Kanak-Kanak (TK) dari wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar mengikuti kegiatan lomba tertib lalu lintas yang digelar di halaman MI Asmaiyah SD Putra Darul Islam Gresik, Selasa (8/9/2026).
Dengan menaiki sepeda, anak-anak belajar memegang setang, mengayuh pedal, mengenali rambu-rambu, serta memahami pentingnya menaati aturan saat berada di jalan. Konsep tersebut membuat edukasi keselamatan berlalu lintas menjadi lebih interaktif sekaligus sesuai dengan dunia anak.
Satlantas Polres Gresik melalui Unit Kamsel turut hadir mendampingi kegiatan. Kanit Kamsel Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama jajaran terlibat langsung dalam proses penilaian sekaligus memberikan edukasi kepada para peserta.
Meski belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, anak-anak merupakan bagian dari pengguna jalan. Mereka setiap hari beraktivitas sebagai pejalan kaki, menyeberang jalan maupun menjadi penumpang saat bepergian bersama orang tua.
Karena itu, pengenalan rambu dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab ketika kelak mereka menjadi pengguna jalan dewasa. Dari hasil penilaian juri, sejumlah peserta berhasil meraih prestasi dalam lomba edukatif tersebut.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi lalu lintas yang dilakukan secara sederhana dan menyenangkan dapat menjadi investasi penting dalam membangun budaya keselamatan sejak generasi paling muda.
“Langkah kecil seperti mengayuh sepeda dan mematuhi rambu-rambu adalah awal untuk membentuk generasi yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas. Sebelum mahir mengendarai kendaraan bermotor, seseorang harus terlebih dahulu memahami bagaimana menjadi pengguna jalan yang santun dan menaati aturan,” ujarnya.
Melalui kegiatan semacam ini, pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa ke lingkungan keluarga. Sebab, budaya tertib di jalan bukan sekadar aturan, melainkan kebiasaan yang perlu dibentuk sejak dini.
Komentar telah ditutup.