GRESIK, Berita Utama – Berbagai cara dilakukan oleh Calon Legislatif (Caleg) untuk menarik simpati pemilih jelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024. Bahkan tak jarang para Caleg juga menggunakan cara yang tak wajar. Mulai dari memanfaatkan program pemerintahan yang sudah ada tetapi kurang sosialisasi sehingga warga kurang informasi mengenai program tersebut.
Salah satunya yakni berobat gratis yang ditanggung oleh Pemkab Gresik melalui program universal health converage (UHC). Seperti yang terjadi pada Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Wringinanom – Driyorejo.
“Awalnya dimintai tolong sama ibu saya. Disuruh ngecek, apa kepesertaan BPJS lewat UHC sudah aktif atau belum?. Kata ibu, UHC-nya ini kemarin sudah didaftarkan oleh salah satu tim sukses caleg. Nah, terus disuruh ngecek, begitu,” ujar warga Driyorejo, TA (28) kepada beritautama.co, Rabu (15/11/2023).
Kemudian, dia menuju ke salah satu Puskesmas yang ada di Kecamatan Driyorejo dan menanyakan kepada petugas status kepesertaan BPJS milik orang tuanya.
“Dimintalah kartu keluarga (KK) dan KTP. Kemudian dicek sama petugas Puskesmas dan katanya sudah aktif. Sebelumnya, tidak punya BPJS dan belum pernah daftar. Tim suksesnya ini juga ngomong disuruh milih Caleg dari Golkar Dapil 4 Wringinanom – Driyorejo dalam Pemilu 2024 nanti,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Gresik Ahmad Nurhamim mengungkapkan, sah-sah saja hal tersebut dilakukan oleh tim sukses caleg. Juga, membantu tugas Pemkab Gresik dan UHC mampu mengcover masyarakat seluruhnya.
“Kalau membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat, itu jauh lebih baik. Kalau minta ongkos ini baru yang salah,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Gresik tersebut menegaskan, apabila masyarakat Gresik selama ini tidak mengetahui dan belum bisa mengakses berobat gratis dalam program UHC, maka kinerja Pemkab Gresik patut dipertanyakan.
“Pertanyaannya, kemana aparat pemkab kita selama ini? kok sampe masyarakatnya tidak tau program layanan publiknya,” tandasnya.
Komentar telah ditutup.