GRESIK, Berita Utama-Program Gerakan Masyarakat Budidaya Ayam dan Ikan Lele Asri (GEMBALA) Lestari Bumi dari PT Petrokimia Gresik (Persero), (PG) untuk masyarakat di delapan kelurahan/desa sekitar perusahaan, dirancang bukan sekadar memberikan sarana budidaya, tetapi membangun ekosistem yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan pangan sekaligus membuka potensi pendapatan,” ujar Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda, dalam siaran persnya, Selasa (29/09/2026).
Implementasi program ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis di Kelurahan Kroman beberapa waktu yang lalu, untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular.
Program tersebut mengintegrasikan budidaya ayam petelur, maggot, ikan lele, tanaman, serta pengelolaan limbah organik dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Secara keseluruhan, PG memberikan dukungan program GEMBALA senilai sekitar Rp102 juta. Dukungan tersebut meliputi kandang ayam petelur, kandang maggot, kolam ikan dan hidroponik, biopori, planter bag untuk budidaya cabai dan tomat, serta dukungan operasional sebesar Rp2,5 juta untuk masing-masing kelurahan/desa penerima. Para pengelola juga mendapatkan pelatihan, mentoring, dan pendampingan.
Pada tahap awal, masing-masing pengelola mendapatkan 12 ekor ayam petelur dan berpeluang ditingkatkan menjadi 24 ekor berdasarkan hasil penilaian. Dengan 12 ekor ayam petelur, produksi telur diperkirakan mencapai 220–290 butir per tahun, dengan potensi tambahan pendapatan sekitar Rp489 ribu hingga Rp1 juta per bulan, tergantung produktivitas dan pengelolaan masing-masing lokasi.
“Pemberdayaan dapat dimulai dari skala sederhana. Yang terpenting adalah masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola serta mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri,” jelas Nuril.
Konsep ekonomi sirkular dalam GEMBALA juga diterapkan melalui pengolahan sekitar 50 kilogram limbah organik per bulan dengan bantuan Petro Gladiator, serta pengembangan sekitar 500 gram maggot yang dimanfaatkan dalam ekosistem budidaya. Pengelolaan tersebut kemudian diintegrasikan dengan budidaya ayam, ikan lele, dan tanaman agar sumber daya dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan bernilai.
Ke depan, sejumlah lokasi GEMBALA juga direncanakan berkembang menjadi sarana edukasi bagi anak-anak TK dan SD untuk mengenalkan praktik budidaya, pengelolaan lingkungan, serta konsep ekonomi sirkular sejak dini. Pengembangan fungsi edukasi tersebut juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui kegiatan kunjungan atau study tour.
Petrokimia Gresik akan terus memberikan pendampingan agar program dapat berkembang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“GEMBALA kami harapkan dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat bisa berjalan beriringan dengan prinsip ekonomi sirkular. Dari limbah kita olah, dari lahan yang tersedia kita hasilkan pangan, dan dari proses tersebut kita ciptakan peluang ekonomi. Pada akhirnya, masyarakat diharapkan semakin mandiri dan mampu mengembangkan manfaat program secara berkelanjutan,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.