GRESIK, Berita Utama– Sejumlah kendala masih ditemukan ketika Komisi III DPRD Gresik melakukan sidak ke tempat pengolahan sampah terpadu ( TPST ) Ngipik meskipun mulai menunjukan tren positif. Karen setiap harinya, setidaknya gunungan sampah itu berkurang sekitar 5 ton.
Kendalanya yakni mesin senilai Rp 10 miliar yang sebetulnya bisa mengeruk tumpukan sampah mencapai 25 ton. Namun, belum dioptimalkan karena material sampah yang bercampur material keras.
“Masih sisa residu . Sebenarnya bisa dioptimalkan, lalu dari proses landfill miningnya masih belum 100 persen terolah,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi, Rabu (30/09/2026)
Dari alat tersebut sampah menghasilkan produk Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu ada produk sampingan berupa urukan untuk layering.
Namun dari proses tersebut masih menyisakan residu. “Nah residu ini dikembalikan ke tumpukan sampah. Sebetulnya bisa diolah 100 persen. Residu itu dibakar dengan insinerator,” ujarnya.
Hanya saja saat ini UPT TPST Ngipik memiliki insinerator skala kecil. “Kendalanya kalau mau beli alat yang besar, status lahan masih belum jelas. Ini masih berproses. Ini sayang sekali, jika beres sebetulnya pengolahan sampah ini bisa lebih optimal,” imbuhnya.
Hamdi juga menyoroti kondisi hanggar yang sudah mulai berkarat dan membutuhkan perawatan agar tak sampai ambruk.
‘Hanggar sudah lama dibangun. Sudah mulai ada yang korosif. Kalau dibiarkan bisa ambruk,”tegas dia.
Sementara itu, Kepala UPT TPST DLH Gresik Purwaningtyas Noor Mariansyah mengakui apabila pengolahan sampah itu belum 100 persen optimal. “Kita belum punya insinerator dengan kapasitas yang besar,” ucapnya.
Selain itu, lindfill mining sebetulnya bisa menambang 25 ton per hari. Namun baru berjalan 5 ton. “Ya ini masih awal, kita masih kawatir material yang masuk keras sehingga merusak mesin,” ucapnya.
Sedangkan kondisi hanggar yang berkarat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah mengakui butuh perawatan.
“Iya kondisi hanggar begitu,”ucapnya singkat.
Komentar telah ditutup.