GRESIK, Berita Utama- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sangat mendukung industri dan investasi di Kabupaten Gresik. Termasuk, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar. Bahkan, Pemkab Gresik memberikan privilege dengan menyediakan fasilitas ruangan prioritas bagi para investor dan pelaku usaha KEK di gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Gresik.
Tidak hanya menjadi tempat konsultasi maupun loket khusus pengurusan perizinan investor KEK saja, privilege tersebut diharapkan investor dapat memanfaatkan ruangan tersebut sebagai area kerja sementara saat tengah menyelesaikan perizinan di lingkungan Pemkab Gresik. Launching ruang prioritas bagi pelaku usaha KEK di MPP Gresik dilangsungkan, Kamis (07/09/2023)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo menjelaskan, setelah melakukan kunjungan kerja bersama Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) ke KEK JIIPE beberapa waktu lalu, perlu ada ruang prioritas bagi para investor KEK agar para pemohon izin dalam menyelesaikan dokumen yang dibutuhkan menjadi sangat mudah lebih cepat dan efisien .
“Semua investor KEK menyampaikan kepada kami jika mereka ingin usahanya punya legalitas yang lengkap baik dari pusat sampai daerah. Maka, kami hadirkan ruang prioritas ini dengan tujuan untuk membantu pemohon izin mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat. Sebab, kami tidak mungkin bisa membuka pelayanan di KEK JIIPE,” kata Agung Endro Dwi Setyo Utomo.
Ruang prioritas investor KEK berada di lantai I gedung Mall Pelayanan Publik (MPP). Sebelumnya ruangan berukuran 15 meter x 20 meter yang dilengkapi sejumlah fasilitas digital ini tidak difungsikan optimal oleh pemerintah sehingga disulap menjadi ruang prioritas bagi investor KEK.
Disamping itu, hadirnya ruangan prioritas bagi investor KEK selaras dengan penjualan lahan di area KEK yang berjalan agresif. Data dari DPMPTSP Gresik, dari total 1.800 hektar area KEK, saat ini sudah terjual hingga 657 hektar.
“Kami optimis seiring hadirnya ruang prioritas ini para investor maupu calon investor di area KEK akan lebih aktif dalam mengurus perizinan yang dibutuhkan. Karena ruangan ini dekat dengan lobi dan terpisah dari loket lain, kegiatan konsultasi maupun proses pengurusan izin bisa lebih cepat,” tandas dia.
Sementara itu, koordinator perizinan PT Freeport Indonesia (PTFI) Arif Adiwisastra menjadi pengunjung pertama yang memanfaatkan hadirnya layanan prioritas tersebut mengaku sepanjang pengurusan perizinan, belum dijumpai daerah dengan prosedur perizinan sesederhana Kabupaten Gresik.
“Harus kami akui bahwa Kabupaten Gresik cukup inovatif dalam memberikan kemudahan terhadap pelaku usaha maupun investor. Maka tidak salah jika disini menjadi daerah tujuan investasi utama di Jatim,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.