GRESIK- beritautama.co- Operasi pasar minyak goreng murah di Pasar Sidomoro Kecamatan Kebomas, berlangsung ricuh, Rabu (02/03/3022). Pasalnya warga yang sudah antre berjam-jam tidak bisa membeli migor seharga Rp 14 per liter dan Rp 28 ribu per dua liter, Penyebabnya, merka tidak memiliki kupon terbatas yang telah disebarluaskan di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Kebomas.
“Tidak dapat kopun, ya pulang. Saya rumahnya, depan Pasar Sidomoro, tidak dapat kupon. Tidak ada pemberitahuan juga kepada warga dari kelurahan,” gerutu Sriani (40) yang mengaku warga Sentolang Kelurahan Sidomoro setelah diumumkan kalau warga yang membeli migor harus membawa kupon. Padahal perempuan yang domisili di Sentolang, Kelurahan Sidomoro, Kebomas Gresik berada di depan pasar Sidomoro.
Menurutnya, pembagian kupon semestinya juga diberikan kepada warga yang tinggal dekat Pasar Sidomoro.
“ Karena harga masih relatif mahal dan langka di pasaran,” imbuh dia,
Pantauan di lapangan, warga setelah menyerahkan kupon dan membeli migor, jari tangannya harus dicelupkan ke tinta yang disediakan oleh petugas atau penjual layaknya pelaksanaan pemilu. Hal tesrebut sebagai antisipasi kecurangan masyarakat yang bisa membeli berbagai macam merk migor di tiga stand yang disediakan oleh Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik.
Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono mengatakan, pasar murah ini sebagai tindak lanjut operasi pasar yang sudah dilaksanakan Pemkab Gresik di beberapa kecamatan..
“Ini juga sebagai bentuk perhatian Bupati kepada masyarakat Gresik. Dengan ketentuan umumnya, setiap orang hanya bisa membeli 2 liter. Dan ini sebagai menyikapi mendukung Pemkab atas kelangkaan minyak goreng,” ucapnya.
Agus,Budiono mengaku ada kendala dengan keterbatasan kouta minyak yang ditentukan. Jika tidak dibatasi dan diberikan kupon, maka akan cepat habis diserbu dan tidak merata di Kecamatan Kebomas.
“Insya Allah, kegiatan ini akan terus dilakukan sampai bulan Ramadan, Kegiatan pasar minta goreng ini sudah yang ke sebelas kali. Dengan total ada 33.600 liter se Kabupaten Gresik. Dan di Pasar Sidomoro ada kouta 1.000 liter untuk 500 orang,” paparnya.
Hal senada juga dikatakan Camat Kebomas Moch Jusuf Ansyori. Dengan kouta 500 orang se Kecamatan Kebomas, pihaknya membagi setiap kelurahan dan desa mendapatkan jatah 23 sampai 25 orang di 21 Kelurahan dan Desa di Kecamatan Kebomas.
“Kalau tidak dengan kupon, ya nanti diserang warga Kecamatan lainnya,” pungkasnya.
Komentar telah ditutup.