GRESIK, Berita Utama– Kasus HIV/AIDS di Gresik cenderung meningkat. Pada tahun 2021 lalu, angka Orang Dalam HIV/AIDS (ODHA) berjumlah 65 kasus. Jumlah ini meningkat sekitar tiga kali lipat di 2022 menjadi 179 kasus.
Dan di triwulan 1 tahun 2023 ini, jumlah kasus baru sudah mencapai 56 kasus. Hal ini menunjukkan penularan yang tinggi. Sekitar 49% berasal dari laki-laki sex laki-laki (LSL/homosex). Lainnya, ada anak anak, remaja, ibu rumah tangga, dan warga binaan pemasyarakatan atau narapidana.
“Ini menjadi perhatian kita semua. Meskipun peningkatannya tidak sebanyak nasional yang mencapai sekitar 5.100 kasus per 6 mei 2023 kemarin, tapi kita tidak bisa lengah dan berdiam diri saja.” ucap Wakil Bupati (Wabup) Aminatun Habibah (Bu Min) dalam pembukaan pelatihan Warga Peduli HIV/AIDS (WPA), Rabu (26/07/2023)..
Problematik HIV/AIDS, sambung dia, bukan hanya sebatas bidang kesehatan saja. Tetapi bisa mempunyai dampak di bidang politik, ekonomi, sosial, etnis, agama dan hukum. Bahkan berimplikasi secara nyata, cepat atau lambat dapat menyentuh semua aspek kehidupan manusia.
Untuk itu, Bu Min berharap agar setelah pelatihan ini dapat menjadi bibit dalam bersikap kepada ODHA. Misalnya seperti mengambilkan obat, mengantarkan ODHA ke tenaga kesehatan, memberikan penguatan mental, tidak mendiskriminasi ODHA, melatih keterampilan/life skill kepada ODHA, mengedukasi masyarakat/meluruskaan persepsi yang salah tentang ODHA, ikut mendorong masyarakat ibu hamil untuk screening tes HIV/AIDS dan lainnya.
“Saya harapkan, ini dapat memberikan pengetahuan, bagaimana ibu-ibu ini bisa memberikan arahan kepada warga di sekitarnya dalam mencegah HIV/AIDS dan bersikap kepada ODHA. Terlebih dapat mengeliminir orang-orang dengan keinginan seksual menyimpang, menjadi ke arah yang benar.” tuturnya.
Semua upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan target Gresik three zero yakni zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi.
Komentar telah ditutup.