Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Supporter Gresik United

Beritautama.co - Maret 5, 2024
Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Supporter Gresik United
DITOLAK. Sidang lanjutan perkara kerusuhan antara supporter Gresik United dengan aparat kepolisian dengan agenda putusan sela. - (febrian k)
|
Editor

GRESIK, Berita Utama – Eksepsi atau nota keberatan yang diajukan penasehat hukum (PH) lima terdakwa suporter Gresik United (GU) yang terlibat perkara kerusuhan dengan aparat kepolisian beberapa waktu lalu, ditolak oleh Majelis Hakim yang diketuai M. Ainur Rofiq SH dan Bagus Trenggono SH dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa (05/03/2024).

“Majelis Hakim menyatakan, keberatan penasehat hukum terdakwa tidak dapat diterima seluruhnya,” ungkapnya dalam persidangan agenda putusan sela di PN Gresik.

Sebab, nota keberatan yang diajukan kelima terdakwa sudah masuk pokok perkara. Majelis hakim berpandangan bahwa, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuniar Megalia dan Paras Setio SH sudah sesuai dengan aturan yang berlaku sebagaimana syarat formil dan materiil.

“Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara terdakwa berdasarkan surat dakwaan penuntut umum,” jelasnya.

Untuk itu, majelis hakim meminta agar JPU mempersiapkan bahan pembuktian pada agenda sidang berikutnya, yakni pemeriksaan saksi-saksi.

” Setelah majelis bermusyawarah, karena jumlah saksi banyak, maka sidang, direncanakan seminggu dua kali. Namun Minggu depan, satu kali terlebih dahulu di hari Rabu tanggal 13 Maret 2024,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pemeriksaan perkara yang akan dilanjutkan terhadap lima terdakwa yakni Fajar Wahyu Gumilang (24) dan Johan Indra Kusuma (20) dalam surat dakwaan JPU nomor registrasi perkara PDM-01/GSK/01/2024 adalah sah dan telah memenuhi ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) huruf a dan huruf b KUHAP.

Pada terdakwa Mohammad Khalid Syihabuddin (26) dalam surat dakwaan JPU nomor registrasi perkara PDM-04/GRS/01/2024 adalah sah dan telah memenuhi ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP.

Pada terdakwa Erik Wahyudi (22) dalam surat dakwaan JPU nomor registrasi perkara PDM-02/GSK/01/2024 adalah sah dan telah memenuhi ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) huruf a dan huruf b KUHAP.

Pada terdakwa Martha Christiawan (49) dalam surat dakwaan JPU nomor registrasi perkara PDM-03/GRS/01/2024 adalah sah dan telah memenuhi ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP.

Sebelumnya, JPU Yuniar Megalia dan Paras Setio SH dalam dakwaannya pada kedua terdakwa yakni Mohammad Khalid Syihabuddin (26) warga Jl. Raya Cerme Lor, RT 01 RW 04 Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme dan Martha Christiawan (49) warga Jl. KH. Cholil 2-A/12 RT 001 RW 003, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik menjelaskan, bermula usai berakhirnya pertandingan Gresik United (GU) kontra Deltras Sidoarjo sekira pukul 17.00 WIB yang dimenangkan tim tamu. Kedudukan akhir dengan skor 1-2. Terdakwa Mohammad Khalid Syihabuddin selaku dirijen suporter sektor selatan berinisiatif melakukan protes kepada manajemen dan pelatih GU.

Ia berteriak ke tribun mengatakan “ayo mudun nak tengah, nak management (ayo turun Ke tengah, ke manajemen-red), sambil tangannya melambai mengisyaratkan ajakan turun. Kemudian saksi Mohammad Khalid Syihabuddin bertemu dengan saksi Kevin Edna Pradana alias Kevin dan saksi Rahmat Rivai Lazuardi kemudian mengatakan, “ayo melu aku nak managemen!” (ayo ikut saya ke manajemen-red).

Kemudian, ketiganya turun menuju pintu keluar tribun selatan. Pada saat berada di pintu keluar tribun selatan, mereka bertiga bertemu dengan Iima orang suporter Ultras. Kemudian, Mohammad Khalid Syihabuddin mengajak kelima orang tersebut untuk ikut protes menyalurkan aspirasi dengan mengatakan, “ayo melu nak management” (ayo ikut ke manajemen).

Selanjutnya, mereka berjalan menuju kerumunan masa di titik kumpul di VIP pintu kaca. Sesampainya di VIP pintu kaca, terdakwa Mohammad Khalid Syihabuddin, saksi Kevin, saksi Rahmat Rivai Lazuardi beserta lima orang suporter bertemu dengan terdakwa Martha Christiawan selaku Ketua Harian dan Panpel Suporter Ultras Gresik.

Pada saat itu, terdakwa Mohammad Khalid Syihabuddin mengatakan, “cak aku kepengen ketemu pelatih, yaopo Carane kudu mudun” (cak saya mau bertemu Pelatih bagaimana caranya harus turun-red). Lalu, terdakwa Martha Christiawan mengatakan. “dino iki menisan digawe rame” (hari ini saja sekalian diuat rame-red).

Mendengar perkataan tersebut, Ultras Gresik menjadi ricuh. Kemudian secara tba-tiba melakukan pelemparan kepada petugas Kepolisian yang melakukan pengamanan dengan menggunakan botol air minum, batu, kayu dan benda Iainnya. Sehingga, situasi dan kondisi menjadi tidak terkendali. Di mana, semakin banyak supporter yang melakukan pelemparan kepada Petugas Kepolisian.

Akibatnya, beberapa petugas Kepolisian yaitu Andria Diana Putra, Firdian Firdaus Putra, Abdullah/Moh. Syaifuddin Abdullah Welly Dwi Irawan Putra, Imam Fauzi Alfirdaus, dan Ahmad Zaeni Rizki mengalami luka akibat kekerasan tumpul dan dapat menimbulkan penyakit atau halangan dalam melaksanakan tugas untuk sementara waktu sebagaimana Visum Et Repertum Nomor VER/504/XI/KES.3/Rumkit tertanggal 20 November 2023.. Selain itu,  Ultras Gresik juga merusak kaca pintu VVIP dan merobohkan pagar besi penyekat barikade.

Untuk surat dakwaan JPU Yuniar Megalia dan Paras Setio SH pada terdakwa Erik Wahyudi (22), warga Dusun Morowudi Wetan RT 01 RW 02 Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, dijelaskan bahwa suporter di tribun timur yang terdakwa Erik Wahyudi, sudah banyak yang emosi dan meninggalkan lokasi tribun untuk keluar dari Stadion.

Terdakwa juga sudah keluar dengan pacarnya sebelum pertandingan selesai dam menuju ke parkiran sepeda motor yang berada di lapangan luar dari Stadion Joko Samudro. Ketika sampai parkiran sepeda motor, kemudian terdakwa meninggalkan pacar dan berkata, “YANG, AWAKMU TAK GAWANI KONTAK ENTENONO KENE” (Sayang, kamu bawain kontak tunggu di sini).

Karena pada saat itu terdakwa melihat ada keributan di atas di depan pintu masuk VIP, kemudian terdakwa berlari ke atas mencari keberadaan teman-temannya. Ketika sudah sampai di depan pintu VIP, pada saat itu sudah ramai suporter yang akan femo ke management GU. Dan, terdakwa juga bergabung di dalam massa Ultras Gresik tersebut.

Karena terdakwa emosi, kemudian mengambil batu yang berada di area lapangan parkiran Stadion Gelora Joko Samudro dan melempar sebanyak 6 kali, lemparan kesatu sampai kelima diarahkan kepada petugas kepolisian yang saat itu sedang memegang tameng.

Dan menurut terdakwa mengenai tameng. Lemparan yang terakhir, terdakwa arahkan di mobil polisi yang bewarna putih biru di bagian kaca belakang mobil. Setelah terdakwa melakukan pelemparan batu sebanyak 6 kali, kemudian terdakwa kembali ke parkiran sepeda motor. Pada saat itu, pacar terdakwa saudara Nur Amala sedang menunggu terdakwa.

Sedangkan dakwaan untuk terdakwa Fajar Wahyu Gumilang (24) warga Jl. Pahlawan gang 9 nomor 17 RT 03 RW 01 Kelurahan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik dan Johan Indra Kusuma (20) warga Perumahan GKGA Blok F nomor 1 RT 2 RW 6 Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas dijelaskan, supporter GU bermaksud melakukan unjuk rasa didepan ruang VIP. 

Korban yakni Andria Diana Putra, Firdian Firdaus Putra, Abdullah/Moh. Syaifuddin Abdullah Welly Dwi Irawan Putra, Imam Fauzi Alfirdaus, dan Ahmad Zaeni Rizki yang saat itu sedang melaksanakan pengamanan menghalau dan menghimbau untuk tidak melakukan unjuk rasa. Selanjutnya suporter GU merasa kecewa dan terjadi kericuhan hingga ada orang dari pihak suporter yang mulai melempar kayu, botol, dan batu ke arah petugas.

Terdakwa Johan Indra Kusuma melihat terdakwa Fajar Wahyu Gumilang mengambil batu di parkiran mobil dan melempar batu ke arah petugas kepolisian sebanyak 1 kali yang saat itu dilihat juga oleh saksi Farid Kaimudin. Setelah itu, kedua terdakwa turun ke arah depan stadion dekat jalan raya.

Pada saat itu, terdakwa Johan mengambil batu di sekitarnya, kemudian melempar batu kearah petugas kepolisian yang mengamankan stadion. Selanjutnya para terdakwa diamankan oleh saksi Ahmad Nur Syarif dan dimintai identitas, pada saat itu dilhat oleh saksi Farid Kaimudin.

Atas perbuatannya, mereka diancam pidana dalam dua pasal yakni Pasal 170 ayat (1) KUHPidana yang berisi barang siapa dengan sengaja terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Dan, Pasal 214 ayat (1) KUHPidana yang berisi paksaan dan perlawanan berdasarkan Pasal 211 dan Pasal 212 jika dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

Komentar telah ditutup.

Terkini Lainnya

DPRD Gresik Siapkan Regulasi Penuhi Kebutuhan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

DPRD Gresik Siapkan Regulasi Penuhi Kebutuhan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

Berita   Daerah   Sorotan
DPRD Gresik Tawarkan Berbagai Skema dan Formula Solusi di Mengare

DPRD Gresik Tawarkan Berbagai Skema dan Formula Solusi di Mengare

Berita   Daerah   Headline   Pemerintah   Sorotan
Minibus Seruduk Truk di Gresik, 8 Orang Luka

Minibus Seruduk Truk di Gresik, 8 Orang Luka

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
Asyiknya Ngopi Santai Sambil Mancing di Taman Wisata Edukasi Al-Hambra

Asyiknya Ngopi Santai Sambil Mancing di Taman Wisata Edukasi Al-Hambra

Berita   Daerah   Sorotan
Wabup Gresik Berharap Kantor Ranting NU Sembayat Jadi Solusi Persoalan Nahdliyyin

Wabup Gresik Berharap Kantor Ranting NU Sembayat Jadi Solusi Persoalan Nahdliyyin

Berita   Daerah   Sorotan
Sepakat Masukan Dewan, PT Gresik Migas Akuisisi SPDN Campurrejo

Sepakat Masukan Dewan, PT Gresik Migas Akuisisi SPDN Campurrejo

Berita   Daerah   Ekonomi   Headline   Pemerintah   Sorotan
Peringati Harkitnas, Satlantas Polres Gresik Gelar Police Go to School

Peringati Harkitnas, Satlantas Polres Gresik Gelar Police Go to School

Berita   Daerah   Hukum   Sorotan
PG Inspiration Day Ajarkan Anak-Anak Tak Takut Bermimpi dan Mengapainya

PG Inspiration Day Ajarkan Anak-Anak Tak Takut Bermimpi dan Mengapainya

Berita   Ekonomi   Pendidikan   Sorotan
Bupati Gus Yani Bekali 60 Peserta Tim Bunda Puspa

Bupati Gus Yani Bekali 60 Peserta Tim Bunda Puspa

Berita   Daerah   Pemerintah   Sorotan
Solusi Urai Kemacetan di Depan Pabrik Mie Sedap, DPRD Gresik Beri 5 Rekomendasi

Solusi Urai Kemacetan di Depan Pabrik Mie Sedap, DPRD Gresik Beri 5 Rekomendasi

Berita   Daerah   Pemerintah   Sorotan
Sepi Peminat, Lowongan Calon Anggota PKD Pilkada 2024 di Gresik

Sepi Peminat, Lowongan Calon Anggota PKD Pilkada 2024 di Gresik

Berita   Daerah   Sorotan
Komisi II DPRD Gresik Rekomendasikan Tutup Pabrik Pupuk Tak Berizin

Komisi II DPRD Gresik Rekomendasikan Tutup Pabrik Pupuk Tak Berizin

Berita   Daerah   Pemerintah   Sorotan
KPU Gresik Minta PPK Bekerja Profesional di Pilkada 2024

KPU Gresik Minta PPK Bekerja Profesional di Pilkada 2024

Berita   Daerah   Pemerintah   Sorotan
hari-santri-2023 hamdi-nu