GRESIK, Berita Utama –Ibu-ibu yang aktif dalam berbagai jam’iyah pengajian khususnya badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta kerukunan dalam keberagaman.
Kontribusi besar itu, membuat ibu-ibu pengajian khususnya kader-kader Muslimat dan Fatayat NU bisa dijadikan teladan dalam segala aspek kehidupan umat. Baik tentang adab Islam yang baik, menjunjung akhlaqul karimah serta adat ketimuran, tata krama, unggah-ungguh, etika atau adab yang baik, dan menjaga toleransi.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gresik, Nur Saidah.Sehingga, wakil ketua DPRD Gresik tersebut heran ketika ada yang menyoal ibu-ibu mengikuti pengajian.
“Selama ini, Muslimat NU sudah memberikan warna yang luar biasa untuk Kabupaten Gresik dan Indonesia, Keislaman dan ke Indonesiaan, kelslaman dan Kebangsaan, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan dalam keberagaman,” kata dia kepada beritautama.co, Sabtu (4/3/2023).
Nur Saidah haqqul yakin bahwa NU sebagai organisasi yang berakar pada tradisi fiqih klasik memiliki tujuan besar mewujudkan cita-cita menyatukan bangsa dan negara. Peran NU kata dia, dapat meneduhkan seluruh umat Islam.
“Ditambah lagi tirakat dari wali-wali, tirakat para kiyai, tirakat segenap warga pecinta NU. Karena itu, dalam keadaan apapun kita tidak pernah berhenti meyakini bahwa berkah NU adalah bekal masa depan yang lebih mulia bagi kita semua,” tandas dia.
Kondisi itu, membuat upaya-upaya mendirikan negara khilafah di Indonesia selama ini berujung pada kegagalan dan justru menimbulkan kekacauan, karena berlawanan dengan tujuan-tujuan pokok agama atau maqashid.