SUMENEP – Beritautama.co – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Somber, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep menyemarakkan hari akhir kegiatan belajar mengajar dalam bentuk acara pisah kenang bagi siswa kelas 6 tahun ajaran 2021-2022. Ada sebanyak 11 siswa yang dilepaspisahkan oleh Dewan Guru SDN Somber dengan perincian 2 laki-laki dan 9 perempuan.
Plt. Kepala Sekolah SDN Somber Akhmad Muksin menceritakan bahwa dirinya saat ini baru memimpin belum genap satu bulan. Namun, dia mengaku akan terus berupaya memajukan pendidikan di Desa Somber, khususnya SDN Somber.
“Kami sudah memiliki barometer tersendiri dalam memajukan pendidikan di SDN Somber untuk tahun selanjutnya,” katanya di sela-sela sambutan, Sabtu (25/06/2022) kemarin.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa untuk tahun ajaran berikutnya, sistem pembelajaran untuk kelas 4, 5, dan 6 bakal mulai didigitalisasi. Sebab, menurut dia, saat ini sudah mulai marak perkembangan teknologi.
“Sudah tidak zaman lagi pembelajaran di kelas menggunakan kapur tulis, jadi kami akan mengikuti perkembangan teknologi dengan sistem pembelajaran digital,” imbuhnya.
Dia juga berjanji bakal memberikan hadiah bagi siswa berprestasi di kelas, yaitu siswa yang mendapatkan peringkat satu dari kelas 4 sampai 6.
“Kami dari pihak sekolah, bakal memberikan hadiah berupa emas,” ucapnya.
Terakhir, dia menginginkan SDN Somber tidak hanya bagus dari luarnya saja, namun dirinya juga berharap para siswa bisa bersaing ide dan kreativitasnya di kancah regional maupun nasional.
“Target kami bukan hanya sekolahnya saja yang bagus, namun kualitas murid juga mampu bersaing baik dari segi gagasan maupun kreativitas,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Pengawas Sekolah Kecamatan Nonggunong Tola’ Adi juga menyampaikan harapannya agar para dewan guru di SDN Somber tidak hanya mengajar pada murid. Namun, dirinya meminta harus bisa mendidik.
“Karena bobotnya mendidik adalah pendidikan sikap dan karakter serta fokus pada sikap kepribadiannya,” katanya.
Dia menegaskan bahwa kesuksekan dewan guru mendidik siswa, tidak hanya fokus pada kepintarannya saja. Akan tetapi, akhlak juga harus menjadi mutu utamanya.
“Jadi murid itu, tak cukup hanya pintar saja, tapi akhlak juga harus menjadi prioritas. Kami harap siswa SDN Somber setelah dinyatakan lulus harus diteruskan cita-citanya,” tukasnya.
Sebatas informasi, pembukaan acara pisah kenang tersebut dimeriahkan dengan penampilan seni tari tradisional yang ditampilkan oleh siswa TK Nurul Jadid, PUD Darul Alawiyah, dan siswa SDN Somber.
Tak hanya itu, acara lepas pisah ini juga diisi dengan kegiatan SDN Somber berbagi yang dikemas dalam bentuk santunan anak yatim.
Turut hadir dalam puncak acara perpisahan tersebut, yakni Forum Pimpinan Kecamatan Nonggunong, Kepala Desa Somber, Pengawas Sekolah Kecamatan Nonggunong, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Nonggunong, organisasi pemuda, ormas, LSM, dan Asosiasi Wartawan Sapudi. (san/zar)