GRESIK, Berita Utama- Para tenaga pendidik diminta mengubah cara mengajar matematika. Sehingga, pelajaran matematika tidak menakutkan lagi bagi sebagian siswa.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gresik dengan dukungan program CSR dari PT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah, menggelar pelatihan guru di Gresik, Senin (12/01/2026)
“Kita sedang pikirkan, bagaimana matematika bisa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Saya hanya menitipkan satu pesan penting, yakni kejujuran,” ujar Wakil Bupati Gresik, dr Asluchul Alif saat membuka pelatihan bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang.
Menurutnya, pembelajaran yang jujur, baik dalam proses mengajar maupun menilai, menjadi fondasi utama peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa itu, target peningkatan hasil belajar hanya akan menjadi angka di atas kertas.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, S Hariyanto, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk mengajarkan konsep matematika secara inovatif dan menyenangkan. Guru didorong keluar dari pola pembelajaran yang kaku, menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan ramah bagi siswa.
“Pelatihan ini memperkuat numerasi guru sekaligus mensosialisasikan pembelajaran ala Jepang. Tujuannya jelas, menyiapkan peserta didik menghadapi TKA April 2026,” kata dia.
Hasil TKA SMA tahun 2025 secara nasional,lanjut dia, menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris 26,71.
“Angka ini menjadi peringatan serius. Karena itu, kami berharap di Gresik tidak ada lagi nilai TKA di bawah 5 untuk SD dan SMP pada April mendatang. Target minimal Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00,” tegasnya.
Pelajaran atematika, pendekatan pembelajaran ala Jepang dipilih, sambung dia, agar siswa terbiasa bernalar, memahami konsep, dan menikmati proses belajar. Pemkab Gresik menargetkan peningkatan nilai TKA berjalan konsisten dan mampu menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Timur.
Komentar telah ditutup.