GRESIK, Berita Utama– Ancaman krisis fiskal semakin parah. Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak dan retribusi daerah masih sangat jelek dalam pemungutan ke obyek pajak (OP). Sehingga, posisi cash flow atau arus kas sangat njomplang dibandingkan dengan target.
Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja laporan realisasi semester I APBD Gresik tahun 2023 yang digelar Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dengan Tim Anggaran (Timang) Pemkab Gresik.
“Berdasarkan prognosis, defisit dalam APBD Gresik tahun 2023 sebesar Rp 1,2 triliun,”tandas Anggota Banggar DPRD Gresik, Musa seusai rapat anggaran, Senin (24/07/2023)
Dijelaskan politisi Partai Nasdem, APBD Gresik dipatok sebesar Rp 4,1 triliun dengan pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 3,8 triliun. Realisasinya, hingga triwulan II realisasi pelaksanaan APBD Gresik tahun 2023, pendapatan daerah yang bersmber dari pendapatan asli daerah (PAD) masih terealisasi sebesar Rp 511 miliar atau 31 % dari target sebesar Rp 1,6 triliun. Kekurangannya masih sebesar Rp 1 triliun.
Untuk pendapatan tranfer ditargetkan sebesar Rp 2,2 trilun dan realisasinya masih sebesar Rp 1 triliun atau 45 % sehingga masih kurang sebesar Rp 1.2 triliun. Untuk lain-lain pendapatan yang sah masih 0 atau nihil.
Dengan demikian, total realisasi pendapatan daerah masih sebesar Rp 1,5 triliun atau 40 % dengan kekurangan sekitar Rp 2,3 triliun.
Sedangkan target belanja yang ditetapkan sebesar Rp 4,1 triliun dengan rincian belanja operasi sebesar Rp 2,4 triliun, sudah teralisasi sebesar Rp 852 miliar atau 34 %. Kemudian belanja modal yang ditargetkan sebesar Rp 720 miliar, masih teralisasi sebesar Rp 50 miliar atau 7 %. Belanja tidak terduga sebesar Rp 10 miliar terserap sebesar Rp 7,7 miliar. Terakhir, belanja transfer ditargetkan sebesar Rp 883 miliar masih teralisasi sebesar Rp 348 miliar atau 39 %
Untuk penerimaan pembiayaan ditargetkan sebesar Rp 276 miliar masih teralisasi sebesar Rp 58 miliar atau 21 % dan pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp 68 miliar belum teralisasi sama sekali.Dengan demikian, pembiayaan netto yang ditarget sebesar Rp 208 miliar sudah terealisasi sebesar Rp 58 miliar atau 28 % saja.
Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Gresik lainnya, M Syahrul Munir menyatakan, Timang Pemkab Gresik sudah merencanakan untuk melakukan pergeseran dan rancangan perubahan APBD (PAPBD) Gresik tahun 2023. Untuk pendapatan daerah yang awalnya ditargetkan sebesar Rp 3,8 triliun, diturunkan menjadi sebesar Rp 3, triliun sehingga ada pendapatan daerah yang anjlok sebesar Rp 617 miliar. Sedangkan belanja menjadi sebesar Rp 4,1 trilun.
“Jadi, defisitnya direncanakan sebesar Rp 896 miliar,”tandas dia.
Komentar telah ditutup.