GRESIK, Berita Utama – Beredar luas video seorang emak-emak yang memprotes kepada pihak kepolisian karena, anaknya 13 kali selalu gagal dalam melakukan tes uji SIM di Satlantas Polres Gresik.
Informasi dihimpun, emak-emak yang akhirnya viral bernama Marita Sani (42). Dalam video yang beredar, dia menjelaskan bahwa cukup kesulitan untuk mengikuti ujian SIM. Dan, berkebalikan dengan himbauan yang sudah disambut oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Terpisah, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dalam keterangan rilis resminya membenarkan adanya warga bernama Marita Sani pernah mengurus di Satpas Satlantas Polres Gresik.
“Terkait dengan video viral atas nama ibu marita sani. Memang betul pada saat 1 Agustus 2023 dilaksanakan pengajuan sebagai pemohon SIM atas nama
Sudirman (49), suami dari ibu Marita Sani dan Nur Muhammad Rivaldi (22), anak dari ibu Marita,” ujarnya Rabu (02/08/2023).
Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan pada berkas yang bersangkutan. Termasuk juga menemukan adanya tes uji praktek berulang atas nama Nur Muhammad Rivaldi.
“Kami sudah melaksanakan pengecekan langsung ke satpas gresik, dan melakukan evaluasi terhadap setiap tahapan dan mekanisme penerbitan SIM, dan kami lakukan pendataan khususnya bagi pemohon sim yg sudah gagal 2kali/lebih, Tentunya kami juga tidak melepas perhatian begitu saja,” imbuh dia.
Dalam hal ini, pihaknya memerintahkan kepada petugas satpas agar proaktif untuk dapat memfasilitasi para pemohon SIM yang berulang kali gagal. Agar memberikan pelatihan dengan program Coaching Clinic untuk membantu pemohon SIM yang kesulitan menjalankan ujian praktik.
“Masyarakat bebas menggunakan fasilitas ujian praktik ini saat sore hari, kami juga beri pendampingan di sana. Masyarakat yang mau latihan di sini akan kami bantu, kami beri arahan dan program ini tidak dipungut biaya (gratis),” tutur dia.
Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada pemohon SIM supaya proaktif berkomunikasi dan menyampaikan semua keluhan yang dialaminya.
“Mohon kiranya pemohon Sim juga proaktif bilamana sudah beberapa kali tidak lulus sehingga kami bisa memberi pelatihan dan prioritas lebih kepada yang bersangkutan,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.