GRESIK, Berita Utama – Kalangan akadenisi memberikan pandangan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik harus berani mengambil peran politik yang lebih menentukan di Kabupaten Gresik, karena setiap pemilu legislatif (Pileg) selalu menjuarai perolehan kursi DPRD Gresik.
“PKB di Gresik, di luar jamaknya partai politik (parpol) pemenang Pemilu, harusnya tidak membuka pendaftaran. tapi reorientasi (dialog-red) ini menarik, karena PKB sangat kompromistis dengan membuka pendaftaran calon kepala daerah (cakada),” tutur Guru Besar Politik Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr Abdul Chalik dalam dialog Tantangan Kepemimpinan Daerah sekaligus pembukaan penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2024-2029 oleh PKB Gresik , Minggu (28/ 04/2024)
Dengan posisinya sebagai pemenang pileg,sambung dia, variabel logistik politik tidak menjadi pertimbangan utama dalam menentukan calon yang akan diusung.
“Namun itu menjadi tantangan setiap partai politik dalam proses kandidasi kepemimpinan,” tegasnya.
Nara sumber lainnya, Alimin Al-ayyubi, mantan ketua KPU Gresik sekaligus akademisi menggarisbawahi, pentingnya mendialogkan masalah-masalah kerakyatan dalam setiap kandidasi kepemimpinan, terutama calon kepala daerah.
“Sehingga timbul suatu komunikasi berdasarkan aspirasi riil, problem – Problem rakyat menjadi topi utama, bukan sekedar deal-deal politik saja,” tegas dia.
Begitu juga mantan Ketua DPRD sekaligus mantan Ketua DPC PKB Gresik Ahmad Nadlir membwri pandangan, bahwa, pilihan Gresik sebagai Kota Industri mengharuskan para pemangku kebijakan untuk memilih secara tepat besarnya Investasi dibarengi dengan terdongkraknya potensi pengusaha lokal yang ikut menjadi bagian dari pelaku usaha yang besar investasinya tadi.
“Konkritnya, bagaimana PKB mengusung orang yang bisa membuat orang Gresik Mandiri lagi di segi ekonomi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir menjelaskan, sesuai dengan instruksi DPP PKB, agar Pilkada tidak hanya sebatas momentum pesta demokrasi saja, namun lebih jauh PKB ingin menghadirkan Tokoh-tokoh terbaik untuk membawa perubahan di Kabupaten Gresik.
Tujuan dialog untuk melibatkan akar rumput atau konstituen politik yang selama ini menjadi kekuatan PKB dalam rekrutmen kepemimpinan melalui mekanisme partai.
”PKB melihat banyaknya problem di Kabupaten Gresik. Contohnya serapan tenaga kerja. Kami di DPRD telah menginisiasi perda-perda yang berhubungan dengan Investasi dan Ketenagakerjaan. Tinggal eksekusinya yang menjadi ranah eksekutif,” kata dia.
Karena itu penting bagi PKB menjaring tokoh yang akan maju pada pilkada serentak 2024 untuk mengatasi problematika rakyat tersebut di bidang-bidang lain seperti pendidikan, kesehatan dan pangan.
“Pada level pileg kemarin, syukur atas capaian PKB pada pileg 2024 yang mampu menambah suara dan kursi, sebagai modal dalam pilkada untuk melahirkan pemimpin yang kompeten,” imbuh dia.
Qodir menyampaikan, dialog serupa akan berlanjut ke seluruh wilayah kecamatan untuk membicarakan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat.
“Hasilnya segala bentuk aspirasi akan menjadi rekomendasi yang dititipkan kepada kader terbaik yang mendapat rekomendasi dari PKB dalam pilkada serentak 2024,” pungkas dia.
Komentar telah ditutup.