GRESIK, Berita Utama– Kinerja Badan Kesesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik mendapat kecamatan dari kalangan DPRD Gresik. Sebab dinilai menerlantarkan 7 siswa yang dipilih sebagai perwakilan dari Pulau Bawean untuk menjadi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) pada upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus nanti, di halaman kantor Bupati Gresik.
“Sudah hampir sebulan, mereka di sini untuk mengikuti latihan rutin di Makodim 0817 Gresik. Tapi, Bakesbangpol menerlantarkan,”ucap Ketua Fraksi Gerinda DPRD Gresik, Luthfi Dawam dengan nada geram kepada awak media, Senin (31/07/2023).
Mereka yang terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat kabupaten, sambung politisi dari Pulau Bawean ini, seharusnya akomodasi ditanggung sepenuhnya oleh Bakesbangpol Gresik. Mulai, tiket keberangkatan dan kembali, penginapan, makanan bergizi hingga uang saku harian.
“Kenyataanya, sepeserpun mereka belum menerimanya. Selama ini, mereka untuk bertahan hidup dengan uang saku yang dibawa sendiri. Karena sudah lama di sini, uangnya habis,” cetus dia.
Beruntung, mereka masih bisa ditampung untuk menginap di Makodim 0817 Gresik sembari tetap latihan rutin. Sedangkan sesuai jadwal, mereka selesai melaksanakan tugasnya hingga 25 Agustus nanti.
“Ketika saya sambangi, mereka juga curhat direncanakan baru mendapat jatah makan sekali sehari mulai 4 Agustus nanti. Kan sangat kasihan sekali,”papar dia.
Kecaman senada dilontarkan oleh Anggota DPRD Gresik dari Pulau Bawean lainnya, Bustami Hazim. Menurutnya, jika Bakesbangpol Gresik tidak ada anggaran untuk mengirimkan perwakilan anggota Paskibraka dari Pulau Bawean dan menanggung seluruh akomodasi selama di Gresik, tak perlu dipaksakan.
“Kan, kasihan anak-anak itu. Mereka adalah pilihan dari hasil seleksi yang masuk ke tingkat kabupaten. Wajib hukumnya seluruh akomodasi ditanggung secara layak oleh daerah,”tukas dia.
Jika mereka di Gresik tetapi diterlantarkan, maka tidak perlu ada perwakilan dari Pulau Bawean. Sebab, pada peringatan 17 Agustus, juga dilaksanakan upacara di Alon-alon Pulau Bawean.
“Kalau di Pulau Bawean, anggota Paskibraka yang terpilih dilatih oleh Koramil. Mereka juga mendapatkan konsumsi. Anggarnnya, melekat di kecamatan. Tetapi, mereka tidak menginap,”tukas dia. Politisi PKB tersebut mendesak agar Bakesbangpol Gresik memberikan semua hak yang seharusnya diterima oleh anggota Paskibraka perwakilan dari Pulau Bawean. Sebab, anggarannya sudah ada di APBD Gresik.
Komentar telah ditutup.