GRESIK, Berita Utama- Proyek reservoir di Kawasan Terminal Bunder terdapat deviasi sebesar 5% berdasarkan catatan Manajemen Proyek (MK). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dinas CKPKP), Ida Lailatussa’diyah ketika mendampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat melakukan monitoring di lokasi proyek, Kamis (31/08/2023).
Deviasi muncul karena adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan yang ada dilapangan dengan kontrak yang telah tertuang. Dengan adanya permasalahan yang ada di lapangan oleh penyedia jasa yang tidak sesuai dengan kontrak awal menimbulkan kerugian
“Manajemen Proyek (MK) mencatat, terdapat deviasi sebesar 5%. Ini nanti akan kita lakukan percepatan dengan datangnya gate valve yang datang Jum’at besok (01/09/2023), sehingga bisa naik,” terang dia.
Ida mengaku sudah memiliki beberapa strategi untuk melakukan percepatan pengerjaan. Di antaranya mempercepat pemasangan listrik. Ini bisa dilakukan dengan catatan, semua peralatan sudah masuk terlebih dahulu. Disampping itu, pemasangan dan penggalian juga akan dipercepat.
“Kita terus lakukan yang terbaik, sesuai dengan program Nawa Karsa Bupati yakni Gresik Mapan. Dengan begitu, di 2024 nanti masyarakat bisa menikmati air bersih dengan mudah, dan gratis pemasangannya,” ujar dia.
Proyek tersebut sejatinya telah dilakukan pada 2022 lalu. Namun, tidak selesai hanya mengerjakan bagunan sekitar 53 persen. Rekanan yang mengerjakan proyek reservoir diputus kontrak.
Pemkab Gresik melanjutkan di tahun 2023 dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Tender dimenangkan CV Giwang Kencana yang beralamat di Jalan Pertanian No 71 Gempolkerep Kabupaten Mojokerto dengan penawaran sebesar Rp. 4.983.892.776,35
Reservoir tersbeut dalam rangka memaksimalkan pelayanan air bersih di wilayah Kota. Duduksampeyan dan Manyar dengan suplai air Umbulan
“Proyek ini merupakan pusat penggerak air Umbulan. Maka proyek reservoir ini harus benar-benar tuntas, karena akan berkelanjutan dengan proyek-proyek APBN lainnya,” terang Gus Yani.
Ditambahkan, kebutuhan akan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karenanya, dirinya berharap agar proyek ini bisa tuntas tepat pada waktunya.
Dengan reservoir ini selain di distribusikan ke wilayah kota, air bersih dari Umbulan dan Cerme bisa di distribusikan ke Manyar melalui jaringan perpipaan dengan APBN. Untuk ke wilayah Duduksampeyan, akan melalui jalur utama yang juga menggunakan dana APBN. “Mudah-mudahan ini bisa segera terselesaikan, dan trennya menjadi positif lagi. Insha Allah kita jadwalkan bulan November tuntas. Kita upayakan terus, karena air Umbulan ini sudah ditunggu masyarakat dari kota hingga ke wilayah utara dan selatan,” pungkas dia
Komentar telah ditutup.