GRESIK, Berita Utama – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengadakan kegiatan Behind Football yakni penanaman pohon di sekitar Stadion Gelora Joko Samudro serta santunan kepada anak yatim piatu. Tujannya mengajak publik mengubah cara berpikir terhadap dunia sepak bola. Bahwa, sepak bola bukan sekadar menjadi ajang kompetisi untuk dinikmati oleh klub-klub tertentu. Namun, lebih kepada bagaimana bisa memberikan kemanfaatan bagi warga dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebt menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan Kompetisi Pegadaian Liga 2.
“Pohon yang kita tanam untuk menghijaukan dan merindangkan lingkungan stadion. Semoga penanaman pohon ini diteruskan supaya bisa menambah kerindangan dan keindahan,” tandas Penanggung Jawab Pengadaian Liga 2 Edi Sarwono seusai penanaman pohon, Sabtu (13/01/2024).
Sedankan Chief of Business PT Liga Indonesia Baru (LIB) Budiman Dalimunthe menyebut jumlah pendukung Gresik United (GU) bisa mencapai angka 2 juta jiwa. Meskipun jumlah penduduk Gresik tidak mencapai angka tersebut. Hal ini berdasarkan identifikasi serta riset yang dilakukan oleh Europan Club Assosiation (ECA), ditinjau dari pendukung yang dikelompokkan berdasarkan perilaku serta sikap mereka terhadap olahraga sepak bola.
Adapun keenam segmen tersebut yakni Football Fanatics atau fanatik sepak bola dengan angka 11 persen, Club Loyalist atau loyalis Klub dengan prosentase 14 persen, dan 11 persen Icon Imitators atau Peniru Ikon yang hanya cenderung menyukai klub dan pemain ternama sekaligus terkenal selevel internasional.
Lalu, Fomo Followers atau Pengikut FOMO sebanyak 27 persen, Main Eventers atau Peristiwa Utama) dengan prosentase 19 persen, dan Tag Alongs ata Ikut serta sebesar 19 persen.
“Memangnya semua harus nonton di stadion? Sementara itu bisa jadi pendukung Gresik mencapai 2 juta. Club Loyalist misalnya. Begini jangan tanya ke manapun Gresik United main, mereka (suporter-red) itu pasti akan datang. Itu prosentasenya kalau gak salah 14 persen dari 100 orang,” ujar dia.
Segmen Fomo memiliki prosentase terbesar untuk saat ini. Dia mencontohkan salah satunya adalah pendukung dunia maya. Mereka tidak pernah datang ke stadion, namun cukup aktif berkomentar di media sosial, yang biasa disebut Coach Online.
Komentar telah ditutup.